Batam (Antara Kepri) - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja memuji pelaksanaan program Kartu Bahan Bakar Minyak di Kota Batam, Kepulauan Riau, karena dianggap mampu menekan kebocoran distribusi solar bersubsidi.

"'Fuel Card' di Batam berhasil," kata IGN Wiratmaja usai rapat bersama jajaran Pemerintah Kota Batam di Batam, Kamis.

Ia mengatakan Kartu BBM (Fuel Card) mampu menurunkan kebocoran distribusi solar bersubsidi hingga 40 persen.

Pemerintah sedang mengkaji untuk menerapkan sistem Kartu BBM di daerah lain, seperti Bintan, Kepri, dan Tarakan, Kalimantan Utara.

Di Bintan, penerapan Kartu BBM sudah dalam tahap penggunaan Kartu Survei BBM, yaitu pembatasan penjualan awal, sekaligus pendataan jumlah pengguna solar bersubsidi.

Terpisah, Marketing Branch Manager PT Pertamina Kepri Aji Anom Purwasakti menyatakan penerapan Kartu BBM berhasil menekan penyelewengan distribusi solar bersubsidi di Kota Batam.

Penurunan penyelewengan distribusi solar bersubsidi itu ditandai dengan permintaan solar bersubsidi kini stabil dan tidak adanya antrean di SPBU.

"Kami melihat gejalanya hilang, antrean tidak ada, volume permintaan stabil," kata Aji Anom.

Semenjak Kartu BBM diberlakukan permintaan solar bersubsidi berkurang hingga 40 persen setiap harinya. Sehingga bisa diasumsikan sebanyak 40 persen dari total distribusi solar bersubsidi diselewengkan selama ini.

Penerapan Kartu BBM merupakan upaya yang dilakukan Pertamina bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BRI untuk mengendalikan penyaluran solar bersubsidi.

Dalam penerapannya, setiap kendaraan yang berhak menggunakan solar bersubsidi diberikan kuota pembelian bahan bakar itu maksimal 30 liter setiap hari.

Jika konsumen hendak membeli melebihi kuota, maka harus membayar sisanya dengan harga solar non-subsidi.

Kemudian, pembelian solar diwajibkan menggunakan uang elektronik, Fuel Card atau Kartu BBM yang bekerja sama dengan BRI.

Kartu itu memuat data mengenai jenis kendaraan, termasuk transaksi pembelian solar bersubsidi. Dengan begitu, Pertamina dapat memastikan pembelian solar sesuai dengan kuota yang diberikan.(Antara)

Editor: Dedi