Lingga - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lingga Cabang Daik Lingga memprediksi debit air untuk kebutuhan masyarakat di Kecamatan Lingga, cukup hingga 20 hari ke depan.

"Tiga titik tempat penampungan air kita masih stabil. Belum terjadi penyusutan. Tapi kalau 20 hari kedepan tidak terjadi hujan, maka kita prediksi akan terjadi penyusutan," kata Kepala PDAM Daik Lingga Hidayat, di Lingga, Rabu.

Hidayat mengatakan, tiga titik penampungan air yang dikelola PDAM Daik Lingga hingga kini masih dalam kondisi stabil. Namun, jika dalam 20 hari kedepan hujan tidak turun, maka sungai mulai mengering dan debit air akan menyusut.

"Volume air pada bak penampungan di Bukit Semput saat ini sebanyak 300 kubik, bak di Seranggung 500 kubik, dan bak di Bukit Cengkeh 500 kubik," ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hidayat mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan satu tempat penampungan air yang beberapa waktu lulu telah selesai dibangun di aliran Sungai Lubuk Papan.

"Tempat itu mau kita optimalkan, namun masih terkendala pada listrik. Kita minta dinas terkait yang menangani masalah tersebut, segera menyelesaikan kendala itu," tuturnya.

Jika titik penampungan tersebut dapat dioeprasikan, dikatakan Hidayat, akan dapat membantu meminimalisir dampak kekeringan yang akan dialami masyarakat Kecamatan Lingga.

"Bak penampungan di Lubuk Papan, daya tampungnya sekitar 20 liter/detik. Ini bisa membantu kebutuhan air," paparnya.

Selain itu, terkait usaha PDAM mengatasi permasalahan kemarau di Kecamatan Lingga, dikatakan Hidayat lagi, pihak PDAM juga telah banyak melakukan pembenahan pada pipa yang bocor guna mengoptimalkan aliran air, dan meminimalisir air yang terbuang.

"Kecil kemungkinan air kita terbuang. Tak seperti sebelumnya, kini kita sudah banyak memperbaiki kebocoran pipa. Untuk kali ini kita tak begitu khawatir," ungkapnya.

Dia juga mengatakan telah melakukan beberapa usaha untuk pengembangan sumberdaya air, salah satunya telah mengusulkan ke pihak provinsi untuk membangun dam penampungan air di Sungai Cabang Dua. Namun untuk disain pembangunannya masih dibuat.

"Jika dibangun, itu bisa menampung ribuan kubik air. Kecamatan Lingga akan jauh dari permasalahan kemarau. Kita akui daerah ini memiliki sumber air yang cukup banyak, namun selama ini hanya terbuang sia-sia ke laut," katanya.

Dia berharap dukungan dari pemerintah khususnya Pemkab Lingga untuk ikut membantu mengatasi masalah kemarau tersebut. Menurutnya, sejauh ini pemerintah belum mampu memberi perhatian lebih terkait kebutuhan air masyarakat Lingga.

"Permintaan pengadaan lori tangki, belum mampu diadakan Pemkab. kita sadar kondisi defisit menghambat realisasinya. Kita tetap berharap Pemkab dapat membantu, lori ini juga cukup penting," tutupnya. (Antara)

Editor: Rusdianto