Angka Kriminalitas Kepri 2015 Meningkat
Sabtu, 2 Januari 2016 23:12 WIB
Batam (Antara Kepri) - Tindak pidana kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polda Kepri sepanjang 2015 mengalami peningkatan 778 kasus jika dibanding periode sama 2014.
"Pada 2015 tindak pidana di wilayah hukum Polda Kepri yang dilaporkan sebanyak 6.184 perkara. Sementara pada 2014 sebanyak 5.406 perkara," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam, Sabtu.
Dari Jumlah perkara pada 2015, kata dia, sebanyak 3.165 perkara sudah diselesaikan. Sisanya masih dalam proses penyelesaian oleh masing-masing satuan.
"Jumlah penyelesaian kasus pada 2015 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hingga akhir Desember 2015 sebanyak 3.165 perkara berhasil diselesaikan, sementara pada 2014 hanya 2.722 perkara selesai," kata dia.
Kejahatan yang terjadi pada 2015, kata dia, masih didominasi kejahatan konvensional yang mencapai 4.803 kasus, kejahatan transnasional 18 kasus, kejahatan terhadap kekayaan negara 94 kasus.
Di antara kasus-kasus yang terjadi tersebut, ada 12 kasus pembunuhan dan 14 kasus pemerkosaan. Tiga kasus pembunuhan di antaranya terjadi pada wanita muda di Batam dan sempat menyedot perhatian masyarakat luas karena terjadi berdekatan dengan motif hampir sama.
Selanjutnya kasus penyalahgunaan narkoba yang pada 2014 sebanyak 297 kasus, tahun 2015 naik menjadi 454 kasus. Sebagian besar kasus menonjol terjadi di Kota Batam.
Kasus penyalahgunaan narkoba menonjol di antaranya penggaggalan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 4,250 kilogram yang terjadi di Nongsa Pantai Batam.
Selanjutnya penangkapan 2,203 kilogram di sebuah hotel di Batam yang melibatkan dua warga negara Malaysia. Selama ini narkoba yang masuk ke Batam khususnya jenis sabu hampir seluruhnya berasal dari Malaysia.
"Pada 2016 jajaran Polda Kepri dan intansi terkait berkomitmen meningkatkan pelayanan, pengamanan, dan penanganan kasus agar memberikan rasa aman bagi masyarakat," kata Hartono. (Antara)
"Pada 2015 tindak pidana di wilayah hukum Polda Kepri yang dilaporkan sebanyak 6.184 perkara. Sementara pada 2014 sebanyak 5.406 perkara," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam, Sabtu.
Dari Jumlah perkara pada 2015, kata dia, sebanyak 3.165 perkara sudah diselesaikan. Sisanya masih dalam proses penyelesaian oleh masing-masing satuan.
"Jumlah penyelesaian kasus pada 2015 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hingga akhir Desember 2015 sebanyak 3.165 perkara berhasil diselesaikan, sementara pada 2014 hanya 2.722 perkara selesai," kata dia.
Kejahatan yang terjadi pada 2015, kata dia, masih didominasi kejahatan konvensional yang mencapai 4.803 kasus, kejahatan transnasional 18 kasus, kejahatan terhadap kekayaan negara 94 kasus.
Di antara kasus-kasus yang terjadi tersebut, ada 12 kasus pembunuhan dan 14 kasus pemerkosaan. Tiga kasus pembunuhan di antaranya terjadi pada wanita muda di Batam dan sempat menyedot perhatian masyarakat luas karena terjadi berdekatan dengan motif hampir sama.
Selanjutnya kasus penyalahgunaan narkoba yang pada 2014 sebanyak 297 kasus, tahun 2015 naik menjadi 454 kasus. Sebagian besar kasus menonjol terjadi di Kota Batam.
Kasus penyalahgunaan narkoba menonjol di antaranya penggaggalan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 4,250 kilogram yang terjadi di Nongsa Pantai Batam.
Selanjutnya penangkapan 2,203 kilogram di sebuah hotel di Batam yang melibatkan dua warga negara Malaysia. Selama ini narkoba yang masuk ke Batam khususnya jenis sabu hampir seluruhnya berasal dari Malaysia.
"Pada 2016 jajaran Polda Kepri dan intansi terkait berkomitmen meningkatkan pelayanan, pengamanan, dan penanganan kasus agar memberikan rasa aman bagi masyarakat," kata Hartono. (Antara)
Pewarta : Larno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Batam targetkan penurunan angka kematian ibu dan bayi lewat intervensi ahli
08 May 2026 13:26 WIB
BI Kepri sebut inflasi Maret 2026 terkendali, lebih rendah dari angka nasional
04 April 2026 14:34 WIB
Disnakertrans Kepri andalkan BLK guna turunkan angka pengangguran terbuka
20 February 2026 16:29 WIB
Polda Kepri target turunkan angka pelanggaran lalu lintas diawal tahun 2026
02 February 2026 10:34 WIB
Mensos soroti peluang kerjasama dengan industri untuk tekan angka kemiskinan
20 January 2026 16:55 WIB