Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 102 orang masyarakat empat kabupaten/kota di Kepri yang sempat bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Jumat, sekitar pukul 18.50 WIB tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam setelah menempuh penerbangan dari Jakarta.

"Mereka berasal dari Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Lingga. Jumlahnya 102 orang dari 32 keluarga," kata Kabid Perlindungan Sosial Dinsos Kepri Sulastri di VIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam usai menjemput dari Jakarta.

Pemulangan tersebut menggunakan Pesaawat Boeing 737-800 milik Maskapai Sriwijaya Air SJ-026 rute Jakarta-Batam-Jakarta. Setibanya di terminal VIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam, langsung diangkut dengan empat bus menuju Asrama Haji Batam untuk menjalani karantina selama tiga hari.

Pesawat tersebut mengalami keterlambatan sekitar dua jam dari jadwal pemulangan awal yang diperkirakan tiba di Batam pukul 16.20 WIB. Seluruh mantan anggota Gafatar tersebut menggunakan pita warna merah pada lengannya.

Di antara mantan anggota Gafatar yang dipulangkan tersebut banyak terdapat anak-anak balita, maupun anak usia sekolah dasar yang ikut bersama orang tuanya.

"Rata-rata mereka pergi sekeluarga. Jadi membawa serta anak-anaknya. Semua sudah berkeluarga," kata dia.

Bus yang membawa mantan anggota Gafatar Provinsi Kepri tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Di antaranya ada yang membawa senjata lengkap.

Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan dalam pesawat yang juga mengangkut mantan pengikut Gafatar tersebut terdapat 175 orang penumpang.

"Mereka diangkut bersama 58 penumpang umum karena jadwal penerbangannya reguler. Sisanya penjemput dan mantan anggota gafatar," ujarnya.

Suwarso mengatakan, pesawat memang mengalami keterlambatan sekitar dua jam dari jadwal awal sehingga sampai di Batam sudah hampir pukul 19.00 WIB.

"Yang penumpang umum diturunkan melalui terminal umum. Yang khusus melalui terminal VIP. Pesawat berhenti pada ujung apron terminal umum yang dekat dengan terminal VIP," kata Suwarso. (Antara)

Editor: Rusdianto