"Balita Yahya (3) dan Nuraini (2) masih dirawat inap dan ditangani dokter spesialis anak," kata Muhammad Sani Zulhadi kepada pewarta di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Zulhadi menjelaskan, kondisi Yahya, warga Kampung Baru, Kecamatan Meral mulai menunjukkan perbaikan. Berat badannya mulai naik dan sudah mau makan.
"Kondisi kulitnya sudah mulai bagus, dia tidak lagi dipasang infus," kata Zulhadi.
Sedangkan Nuraini asal Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat, kondisinya juga mulai membaik meski belum ada penambahan berat badan.
"Nuraini mengalami gangguan pada tenggorokan sehingga sulit makan. Dia mendapat penanganan fisioterapi agar tenggorokannya bisa longgar sehingga bisa makan," ujarnya.
Sementara itu, balita lain yang sebelumnya juga menderita gizi buruk, Rudiansyah (4), sudah diizinkan pulang sepekan yang lalu. Namun masih harus menjalani rawat jalan di poli anak untuk mengontrol pertumbuhannya.
"Kondisi Rudiansyah sudah bagus sehingga diperbolehkan pulang, tapi masih rawat jalan," kata dia.
Sebelumnya, anggota DPR RI, Dwi Ria Latifa kala itu menyayangkan tidak adanya penanganan medis yang intensif terhadap Rudiansyah putra Andri Amin, warga Telaga Mas RT 01/RW 02 Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun. Baca juga: Balita Tetangga Bupati Karimun Alami Gizi Buruk
"Syukurlah, dia sudah mendapatkan penanganan medis. Saya berharap hal ini tidak terjadi lagi, harus ada dispensasi dalam kasus ini, meski orangtuanya belum memiliki dokumen kependudukan seperti KK atau KTP," kata dia. Baca juga: DPRD: Penanganan balita gizi buruk jangan kaku
Dia mengatakan, pemerintah daerah tidak boleh kaku dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama gizi buruk.
"Utamakan dulu penangan medis, soal dokumen administrasi kependudukan bisa diselesaikan sambil jalan," ujarnya.
Dia berharap tidak ada lagi kasus gizi buruk di Karimun, apalagi di tengah kota seperti balita Rudiansyah yang tinggal tidak jauh dari kediaman pribadi bupati.
Editor: YJ Naim