Perempuan Karimun dilatih kemampuan mengambil keputusan
Rabu, 7 Maret 2018 11:39 WIB
Foto bersama peserta dan pelaksana pelatihan peningkatan kapasitas perempuan dalam proses pengambilan keputusan. (foto: Istimewa)
Karimun (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menggelar pelatihan terhadap sekitar seratus perempuan dari berbagai kalangan agar memiliki kapasitas dan kemampuan dalam proses pengambilan keputusan di bidang sosial, politik, maupun hukum.
"Pelatihan ini diikuti perempuan dari berbagai kalangan. Kami sebagai fasilitator dan narasumbernya tentu dari mereka yang ahli di bidangnya, baik hukum, politik, sosial maupun lainnya," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karimun Muhammad Faisal di sela kegiatan di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Pelatihan peningkatan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan digelar selama dua hari yang dibuka pada Selasa (6/3).
Pelatihan ini diikuti sekitar seratusan perempuan dari berbagai kalangan, antara lain politikus perempuan dari sejumlah partai politik, pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), ibu-ibu PKK dan pengurus organisasi kemasyarakatan.
Muhammad Faisal mengatakan, pemerintah daerah memberikan peluang dan motivasi bagi kaum perempuan untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat, dan tentunya harus memiliki keberanian dan kemampuan dalam mengambil sebuah keputusan.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam acara pelatihan tersebut, antara lain dari Panitia Pengawas Pemilu, Komisi Pemilihan Umum, Kepolisian Resor Karimun, DPRD Karimun dan lainnya.
"Ini merupakan salah satu upaya mewujudkan kesetaraan gender, kita ingin kaum perempuan berkiprah lebih luas dalam pembangunan, baik bidang sosial, ekonomi, politik maupun hukum," kata dia.
Sejauh ini, kata dia, peranan perempuan di Karimun di tengah-tengah masyarakat sudah cukup baik namun perlu terus ditingkatkan, salah satunya bagaimana mendorong kaum perempuan agar ikut berperan di dunia politik, sehingga keterwakilan perempuan di legislatif terus meningkat.
Di DPRD Karimun, saat ini ada tiga politikus perempuan dari total 30 anggota dewan, dan pada Pemilu 2019 mendatang, dia mengharapkan akan lebih banyak kaum perempuan yang tampil di legislatif.
Ketua Panwaslu Karimun Tiuridah Silitonga mengatakan, perempuan telah diberi ruang melalui regulasi agar meningkatkan peranannya dalam pembangunan, termasuk dalam bidang politik.
"Perempuan harus mampu memanfaatkan peluang itu, jadi tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga mampu berbuat untuk masyarakat," kata Tiuridah, salah seorang perempuan yang sukses tiga periode menduduki jabatan di Panwaslu Karimun.
Sementara itu, anggota Komisi 1 DPRD Karimun Sulfanow Putra mengemukakan, kaum perempuan di Karimun sudah sangat berperan dalam mengambil keputusan di sejumlah posisi yang strategis, baik di legislatif, eksekutif maupun lembaga lainnya.
"Perempuan dituntut mampu mengambil keputusan dalam rumah tangga, tapi juga harus mampu mengambil keputusan berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sudah banyak perempuan Indonesia yang sukses di tengah masyarakat, yang diharapkan memotivasi kaum perempuan di Karimun," tuturnya.
Sulfanow Putra mengharapkan pelatihan tersebut akan melahirkan perempuan-perempuan yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu mengambil keputusan yang tentunya harus didasari dengan ilmu pengetahuan.
"Kalau perempuan sudah mampu mengambil keputusan, maka posisinya sudah setara dengan laki-laki," kata dia.
Editor: Nurul Hayat
"Pelatihan ini diikuti perempuan dari berbagai kalangan. Kami sebagai fasilitator dan narasumbernya tentu dari mereka yang ahli di bidangnya, baik hukum, politik, sosial maupun lainnya," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karimun Muhammad Faisal di sela kegiatan di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Pelatihan peningkatan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan digelar selama dua hari yang dibuka pada Selasa (6/3).
Pelatihan ini diikuti sekitar seratusan perempuan dari berbagai kalangan, antara lain politikus perempuan dari sejumlah partai politik, pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), ibu-ibu PKK dan pengurus organisasi kemasyarakatan.
Muhammad Faisal mengatakan, pemerintah daerah memberikan peluang dan motivasi bagi kaum perempuan untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat, dan tentunya harus memiliki keberanian dan kemampuan dalam mengambil sebuah keputusan.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam acara pelatihan tersebut, antara lain dari Panitia Pengawas Pemilu, Komisi Pemilihan Umum, Kepolisian Resor Karimun, DPRD Karimun dan lainnya.
"Ini merupakan salah satu upaya mewujudkan kesetaraan gender, kita ingin kaum perempuan berkiprah lebih luas dalam pembangunan, baik bidang sosial, ekonomi, politik maupun hukum," kata dia.
Sejauh ini, kata dia, peranan perempuan di Karimun di tengah-tengah masyarakat sudah cukup baik namun perlu terus ditingkatkan, salah satunya bagaimana mendorong kaum perempuan agar ikut berperan di dunia politik, sehingga keterwakilan perempuan di legislatif terus meningkat.
Di DPRD Karimun, saat ini ada tiga politikus perempuan dari total 30 anggota dewan, dan pada Pemilu 2019 mendatang, dia mengharapkan akan lebih banyak kaum perempuan yang tampil di legislatif.
Ketua Panwaslu Karimun Tiuridah Silitonga mengatakan, perempuan telah diberi ruang melalui regulasi agar meningkatkan peranannya dalam pembangunan, termasuk dalam bidang politik.
"Perempuan harus mampu memanfaatkan peluang itu, jadi tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga mampu berbuat untuk masyarakat," kata Tiuridah, salah seorang perempuan yang sukses tiga periode menduduki jabatan di Panwaslu Karimun.
Sementara itu, anggota Komisi 1 DPRD Karimun Sulfanow Putra mengemukakan, kaum perempuan di Karimun sudah sangat berperan dalam mengambil keputusan di sejumlah posisi yang strategis, baik di legislatif, eksekutif maupun lembaga lainnya.
"Perempuan dituntut mampu mengambil keputusan dalam rumah tangga, tapi juga harus mampu mengambil keputusan berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sudah banyak perempuan Indonesia yang sukses di tengah masyarakat, yang diharapkan memotivasi kaum perempuan di Karimun," tuturnya.
Sulfanow Putra mengharapkan pelatihan tersebut akan melahirkan perempuan-perempuan yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu mengambil keputusan yang tentunya harus didasari dengan ilmu pengetahuan.
"Kalau perempuan sudah mampu mengambil keputusan, maka posisinya sudah setara dengan laki-laki," kata dia.
Editor: Nurul Hayat
Pewarta : Rusdianto
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Barelang tingkatkan kapasitas penyidik jelangpemberlakuan KUHP-KUHAP baru
07 December 2025 10:46 WIB
Disnaker Batam tingkatkan kapasitas 3.848 tenaga kerja lewat program pelatihan
23 September 2025 13:01 WIB
BP Batam hadirkan 4 STS baru tingkatkan kapasitas operasional Pelabuhan Batu Ampar
24 May 2025 12:26 WIB
BMKG tingkatkan kapasitas nelayan Natuna dengan sekolah lapang cuaca
23 December 2024 19:28 WIB, 2024
Di Batam, Menaker sebut peningkatan akses dan kapasitas prioritas untuk BLK
18 December 2024 9:06 WIB, 2024
Pembangunan Lapas Natuna jadi solusi atasi kelebihan kapasitas warga binaan
20 November 2024 8:05 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB