Pengamat intelijen: teroris potensial masuk Sumatra
Selasa, 15 Mei 2018 17:11 WIB
Anggota polisi bersenjata lengkap berjaga di jalan menuju rumah terduga teroris saat dilakukan penggeledahan oleh Tim Densus 88 Anti Teror Polri di Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Teroris potensial masuk ke wilayah Sumatra, termasuk Kepulauan Riau, kata pengamat intelijen, Ridlwan Habib.
"Jaringan teroris itu luas, ada di Jambi, Riau, termasuk Kepri. Jadi harus diwaspadai," ujarnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.
Ridlwan mengemukakan pengamanan sebaiknya tidak hanya diperketat di rumah ibadah, fasilitas umum, dan pintu keluar masuk orang, melainkan juga di lingkungan terkecil.
"Pemerintah dan aparat yang berwenang harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman," katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri Reni Yusneli mengatakan Kepri merupakan wilayah yang terbuka sehingga aksi kejahatan apa pun berpeluang terjadi, termasuk terorisme. Namun ia menduga Kepri bukan sasaran aksi terorisme, melainkan sebagai tempat persembunyian atau transit mereka.
"Penduduk Kepri itu jarang, tidak padat, dibanding Pulau Jawa yang padat bisa menjadi tempat melaksanakan aksi. Di Kepri siapa saja dapat dengan mudah terdeteksi, meski tidak terlalu sulit pula melarikan diri karena wilayah ini terbuka," ujarnya.
Ia mengatakan teroris pernah tinggal di salah satu kawasan di Kepri. Namun mereka tidak melakukan aksi teror hingga akhirnya melarikan diri.
"Dari jejak sejarah teroris di Kepri, sudah seharusnya pengamanan di perketat," tuturnya.
Reni mengimbau warga untuk tidak menyebarluaskan video atau foto aksi terorisme yang menyeramkan. Video dan foto yang sempat menyebar itu membuat masyarakat takut, terutama berada di tempat keramaian.
"Saya saja merasa khawatir, dan selalu mengingatkan kepada keluarga, teman dan staf untuk tetap waspada," katanya yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Pajak Daerah Kepri.
"Jaringan teroris itu luas, ada di Jambi, Riau, termasuk Kepri. Jadi harus diwaspadai," ujarnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.
Ridlwan mengemukakan pengamanan sebaiknya tidak hanya diperketat di rumah ibadah, fasilitas umum, dan pintu keluar masuk orang, melainkan juga di lingkungan terkecil.
"Pemerintah dan aparat yang berwenang harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman," katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri Reni Yusneli mengatakan Kepri merupakan wilayah yang terbuka sehingga aksi kejahatan apa pun berpeluang terjadi, termasuk terorisme. Namun ia menduga Kepri bukan sasaran aksi terorisme, melainkan sebagai tempat persembunyian atau transit mereka.
"Penduduk Kepri itu jarang, tidak padat, dibanding Pulau Jawa yang padat bisa menjadi tempat melaksanakan aksi. Di Kepri siapa saja dapat dengan mudah terdeteksi, meski tidak terlalu sulit pula melarikan diri karena wilayah ini terbuka," ujarnya.
Ia mengatakan teroris pernah tinggal di salah satu kawasan di Kepri. Namun mereka tidak melakukan aksi teror hingga akhirnya melarikan diri.
"Dari jejak sejarah teroris di Kepri, sudah seharusnya pengamanan di perketat," tuturnya.
Reni mengimbau warga untuk tidak menyebarluaskan video atau foto aksi terorisme yang menyeramkan. Video dan foto yang sempat menyebar itu membuat masyarakat takut, terutama berada di tempat keramaian.
"Saya saja merasa khawatir, dan selalu mengingatkan kepada keluarga, teman dan staf untuk tetap waspada," katanya yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Pajak Daerah Kepri.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Kepri minta semua pihak waspada potensi teror saat Natal dan Tahun Baru
20 December 2025 9:09 WIB
Menko Polkam: Polri dan TNI dalami ledakan di SMAN 72 didalami, belum tentu aksi teroris
07 November 2025 16:10 WIB
Densus Antiteror 88 tangkap 3 warga terduga teroris di Palu dan Ampana
19 December 2024 12:26 WIB, 2024
Fasilitas perusahaan dirgantara Turki di Ankara diserang sekelompok teroris
24 October 2024 6:30 WIB, 2024
Lebih dari 50 orang tewas dalam serangan teroris di Balochistan-Pakistan
27 August 2024 8:24 WIB, 2024