337 warga Kepri ikut diklat keselamatan dasar laut
Jumat, 2 November 2018 16:46 WIB
337 masyarakat kepri ikut Diklat keselamatan dasar laut. (Antaranews Kepri/Ogen)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri)- Sebanyak 337 masyarakat Kepulauan Riau mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) keselamatan dasar laut (basic safety training) di salah satu hotel Tanjungpinang, 1-2 November 2018.
Menurut Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Adrianus Hengky, diklat ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dari Kementerian Perhubungan, Badan Pengembangan SDM Perhubungan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran, dengan tujuan mengajarkan peserta tentang pentingnya keselamatan serta keamanan pelayaran bagi masyarakat yang sehari-harinya bekerja di laut.
"Keamanan dimaksud, seperti penggunaan jaket pelampung, cara menggunakan tali kapal dan jenis standar keselamatan lainnya. Di mana mereka harus memperhatikan keselamatan aspek pribadi selaku pelaku laut ataupun orang-orang lain," ujar Adrianus Hangky, Jumat.
Lanjut Hangky, para peserta diklat berasal dari nelayan kapal-kapal tradisional, kapal layar motor (KLM) dan nelayan-nelayan kapal pompong di bawah kapasitas 30 GT dengan jangkau pelayayaran 30/60 mil atau sejauh 60 kilometer lebih.
"Pesertanya dari Kota Tanjungpinang, Bintan, Anambas, Natuna, Lingga dan Kota Batam, dan dibagi dalam 12 kelas," jelasnya.
Hangky menambahkan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut program Kementerian Perhubungan untuk mendata jumlah para pelaku (BST) di laut tahun pada 2018, sebagai database Kementerian.
"Mereka akan mendapatkan sertifikat basic safety training KLM," pungkasnya.
Menurut Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Adrianus Hengky, diklat ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dari Kementerian Perhubungan, Badan Pengembangan SDM Perhubungan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran, dengan tujuan mengajarkan peserta tentang pentingnya keselamatan serta keamanan pelayaran bagi masyarakat yang sehari-harinya bekerja di laut.
"Keamanan dimaksud, seperti penggunaan jaket pelampung, cara menggunakan tali kapal dan jenis standar keselamatan lainnya. Di mana mereka harus memperhatikan keselamatan aspek pribadi selaku pelaku laut ataupun orang-orang lain," ujar Adrianus Hangky, Jumat.
Lanjut Hangky, para peserta diklat berasal dari nelayan kapal-kapal tradisional, kapal layar motor (KLM) dan nelayan-nelayan kapal pompong di bawah kapasitas 30 GT dengan jangkau pelayayaran 30/60 mil atau sejauh 60 kilometer lebih.
"Pesertanya dari Kota Tanjungpinang, Bintan, Anambas, Natuna, Lingga dan Kota Batam, dan dibagi dalam 12 kelas," jelasnya.
Hangky menambahkan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut program Kementerian Perhubungan untuk mendata jumlah para pelaku (BST) di laut tahun pada 2018, sebagai database Kementerian.
"Mereka akan mendapatkan sertifikat basic safety training KLM," pungkasnya.
Pewarta : Ogen
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSOP Batam pastikan MV Oceanna 1 laik laut sebelum mati mesin di tengah laut
26 November 2025 9:42 WIB
Satpolairud Polres Lingga intensifkan imbauan keselamatan dalam pelayaran
24 November 2025 17:46 WIB
Operasi Zebra Seligi 2025 di Kepri kedepankan edukasi keselamatan berlalu lintas
17 November 2025 8:36 WIB
Komunitas Ojol di Batam dukung Polresta Barelang terapkan kanalisasi lajur kiri
10 November 2025 7:13 WIB