Kepri berharap maskapai penerbangan dukung sektor pariwisata
Rabu, 9 Januari 2019 23:00 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar (Antaranews Kepri/Danna Tampi)
Tanjungpinang (ANTARANews Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap pihak maskapai penerbangan mendukung sektor pariwisata dengan membuka jalur penerbangan dari berbagai negara ke wilayah itu.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, pihak maskapai penerbangan dapat bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang kepariwisataan sehingga dapat menjual paket wisata ke Kepri dengan harga yang terjangkau.
Sebagai contoh, peningkatan kunjungan wisatawan asal Tiongkok di Kepri diawali dengan paket wisata, yang didukung oleh maskapai Lion Air. Wisatawan asal Tiongkok tetap ramai mengunjungi Kepri, meski pihak Lion tidak lagi menyewakan pesawat itu untuk rute Tiongkok-Tanjungpinang dan Tiongkok-Batam.
"Jumlah wisatawan asal Tiongkok meningkat hampir 100 persen tahun 2018 dibanding tahun 2017. Kami inginkan target wisman bukan hanya dari Tiongkok, melainkan negara lainnya yang potensial," katanya.
Buralimar berharap Lion kembali menyewakan pesawatnya untuk mendukung sektor pariwisata. "Akan lebih baik bila Nam Airline dan Garuda juga menyewakan pesawatnya dalam paket wisata," ucapnya.
Selama ini, kata dia wisman yang paling banyak berkunjung ke Kepri berasal dari Singapura, kemudian diikuti Malaysia. Kedua negara itu merupakan tetangga Kepri.
Menurut dia, upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman di Kepri tidak dapat hanya diserahkan kepada Dispar Kepri. Keinginan itu harus didukung institusi lainnya, seperti Kementerian Perhubungan, pihak bandara, pengelola pelabuhan, pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata.
Jika hal itu terealisasi, Buralimar optimistis target kunjungan wisman di Kepri tahun ini akan meningkat tajam.
"Mungkin untuk mencapai 4 juta orang wisman yang berkunjung ke Kepri sesuai target Kemenpar, sulit, tetapi untuk mencapai 3,5 juta atau di atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak sulit," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, pihak maskapai penerbangan dapat bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang kepariwisataan sehingga dapat menjual paket wisata ke Kepri dengan harga yang terjangkau.
Sebagai contoh, peningkatan kunjungan wisatawan asal Tiongkok di Kepri diawali dengan paket wisata, yang didukung oleh maskapai Lion Air. Wisatawan asal Tiongkok tetap ramai mengunjungi Kepri, meski pihak Lion tidak lagi menyewakan pesawat itu untuk rute Tiongkok-Tanjungpinang dan Tiongkok-Batam.
"Jumlah wisatawan asal Tiongkok meningkat hampir 100 persen tahun 2018 dibanding tahun 2017. Kami inginkan target wisman bukan hanya dari Tiongkok, melainkan negara lainnya yang potensial," katanya.
Buralimar berharap Lion kembali menyewakan pesawatnya untuk mendukung sektor pariwisata. "Akan lebih baik bila Nam Airline dan Garuda juga menyewakan pesawatnya dalam paket wisata," ucapnya.
Selama ini, kata dia wisman yang paling banyak berkunjung ke Kepri berasal dari Singapura, kemudian diikuti Malaysia. Kedua negara itu merupakan tetangga Kepri.
Menurut dia, upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman di Kepri tidak dapat hanya diserahkan kepada Dispar Kepri. Keinginan itu harus didukung institusi lainnya, seperti Kementerian Perhubungan, pihak bandara, pengelola pelabuhan, pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata.
Jika hal itu terealisasi, Buralimar optimistis target kunjungan wisman di Kepri tahun ini akan meningkat tajam.
"Mungkin untuk mencapai 4 juta orang wisman yang berkunjung ke Kepri sesuai target Kemenpar, sulit, tetapi untuk mencapai 3,5 juta atau di atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak sulit," katanya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Garuda siapkan maskapai Citilink layani penerbangan di Bandara Tanjungpinang
29 January 2026 12:00 WIB
Maskapai Garuda dikabarkan berhenti beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang
24 January 2026 5:01 WIB
Dua maskapai di Bandara RHF kurangi frekuensi penerbangan per Februari 2025
13 February 2025 8:21 WIB, 2025
Maskapai Jeju Air diselidiki karena beberapa kali mengalami masalah pendaratan
30 December 2024 11:54 WIB, 2024
AirAsia dukung kebijakan pemerintah turunkan harga tiket pesawat periode Natal
01 December 2024 12:08 WIB, 2024
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB