Petugas Lapas dan Rutan dilatih marinir perkuat keamanan
Senin, 25 Februari 2019 18:18 WIB
Kepala Regu Lapas dan Rutan wilayah Sumatera mendapatkan pelatihan fisik dan mental dari anggota Batalyon Infanteri 10/Marinir Satria Bhumi Yudha Kota Batam. Pelatihan ini dilaksanakan guna memperkuat sistem pengamanan di Lapas dan Rutan. (Antaranews Kepri/Messa Haris)
Batam (Antaranews Kepri) - Guna memperkuat sistem pengamanan pada Lapas dan Rutan Sebanyak 80 kepala regu jaga Lapas dan Rutan di wilayah Sumatera dilatih di Mako Marinir, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kepulauan Riau Kementerian Hukum dan HAM, Hendy Emil, di Batam, Senin, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Senin (25/2) hingga Sabtu (2/3) mendatang.
"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM sedang melakukan upaya serius membenahi manajemen Lapas dan Rutan," katanya.
Kata dia, minimnya SDM, sarana dan prasarana, over kapasitas serta kesejahteraan pegawai di lingkungan Kemenhumham, sering dituding menjadi penyebab
banyaknya masalah dalam Lapas dan Rutan.
Menurutnya permasalahan yang kerap terjadi di Lapas dan Rutan seperti pelarian warga binaan, kerusuhan, pungli, jual beli
fasilitas dan peredaran narkoba.
"Maka kami merasa perlu untuk menggelar pelatihan ini dan pelatihan yang akan digelar yakni pelatihan teknis pengamanan bagi
kepala regu jaga pada Lapas dan Rutan sebanyak dua angkatan," ujarnya.
Dia mengatakan setiap angkatan akan diikuti 40 peserta dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
"Jadi di dua angkatan ini ada 80 peserta yang mengikuti Diklat di Mako Marinir, Kota Batam," paparnya.
Kepala BPSDM Hukum dan HAM, Mardjoeki mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kualitas petugas Lapas dan Rutan yang profesional dan akuntabel.
"Yang paling utama adalah transparan serta membangun mereka (petugas Lapas dan Rutan) agar lebih inovatif dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak," katanya.(Antara)
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Kepulauan Riau Kementerian Hukum dan HAM, Hendy Emil, di Batam, Senin, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Senin (25/2) hingga Sabtu (2/3) mendatang.
"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM sedang melakukan upaya serius membenahi manajemen Lapas dan Rutan," katanya.
Kata dia, minimnya SDM, sarana dan prasarana, over kapasitas serta kesejahteraan pegawai di lingkungan Kemenhumham, sering dituding menjadi penyebab
banyaknya masalah dalam Lapas dan Rutan.
Menurutnya permasalahan yang kerap terjadi di Lapas dan Rutan seperti pelarian warga binaan, kerusuhan, pungli, jual beli
fasilitas dan peredaran narkoba.
"Maka kami merasa perlu untuk menggelar pelatihan ini dan pelatihan yang akan digelar yakni pelatihan teknis pengamanan bagi
kepala regu jaga pada Lapas dan Rutan sebanyak dua angkatan," ujarnya.
Dia mengatakan setiap angkatan akan diikuti 40 peserta dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
"Jadi di dua angkatan ini ada 80 peserta yang mengikuti Diklat di Mako Marinir, Kota Batam," paparnya.
Kepala BPSDM Hukum dan HAM, Mardjoeki mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kualitas petugas Lapas dan Rutan yang profesional dan akuntabel.
"Yang paling utama adalah transparan serta membangun mereka (petugas Lapas dan Rutan) agar lebih inovatif dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak," katanya.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tompi tegaskan tak punya urusan pribadi dengan Pandji yang kritik candaan fisik Gibran
06 January 2026 6:02 WIB
TMMD TNI Angkatan Laut di Kampung Melayu sasar kegiatan fisik dan nonfisik
23 October 2025 12:15 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov Kepri hadirkan pangan murah melalui gerakan pangan murah serentak 2026
13 February 2026 15:19 WIB