Pulau Batu Berian Natuna kali pertama terserang DBD
Rabu, 20 Maret 2019 13:32 WIB
Ilustrasi: Petugas kesehatan Tanjungpinang memeriksa kebersihan rumah warga untuk mencegah menjangkitnya DBD. (Antara News Kepri/Ogen)
Natuna (ANTARA) - Warga Pulau Batu Berian, Kecamatan Serasan, Natuna, Kepri untuk pertama kali terserang wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Sudah masuk kategori kejadian luar biasa, karena sebelumnya tidak ada kasus DBD, " kata Hikmat Aliansyah, SKM, Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna kepada Antara di Ranai, Rabu (20/3).
Ia juga mengatakan, laporan yang mereka terima dari Puskesmas Serasan, ada 4 kasus DBD berasal dari Batu Berian dan 3 telah dirujuk ke RSUD Natuna.
Terkait hal tersebut Dinas Kesehatan telah mengambil langkah pencegahan penyebaran dengan melakukan fogging dan pembagian abate.
"Dari pihak kecamatan juga telah mengajak masyarakat melakukan gerakan 3M atau PSN," terangnya.
Selain itu, dinas juga melakukan droping obat melation atau racun nyamuk (abate) serta cairan infus sebagai antisipasi jika dibutuhkan.
Sementara, Kepala Puskesmas Serasan, Syarifah Anisah, saat dihubungi membenarkan ada 4 pasien dan 3 dinyatakan positif.
"Telah dilakukan sosialisasi dan koordinasi kepada pemerintah setempat, gotong royong," jelasnya.
Menurutnya kasus DBD kali ini bertolak belakang dengan kondisi cuaca, diperkirakan ini datang dari luar daerah, karena pulau tersebut sering disinggahi kapal dari Kalimantan.
"Ini kejadian membuat kita heran, karena biasanya DBD pada saat musim penghujan, sedangkan saat ini lagi musim kemarau. Kami menduga datangnya dari Kalimatan Barat, warga setempat juga kebanyakan akses mereka ke sana, karena pulau itu tempat persinggahan kapal dari sana," kata Anisah.
Karena itu, Ia berharap ada tindakan nyata dari semua pihak agar bisa menghentikan penularan dalam waktu cepat.
"Saat ini ada 2 pasien dari Kampung Pilimpak, di luar pulau Batu Berian, kita telah dua kali cek mereka negatif, namun antisipasi penularan harus terus dilakukan, terutama para Kepala Desa harus berperan aktif," pintanya.
Baca juga: Dinkes: jangan sampai Kepri ditetapkan KLB DBD
Baca juga: Kadinkes: Kepri siaga satu DBD
Baca juga: Belajar kendalikan DBD dari Singapura
"Sudah masuk kategori kejadian luar biasa, karena sebelumnya tidak ada kasus DBD, " kata Hikmat Aliansyah, SKM, Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna kepada Antara di Ranai, Rabu (20/3).
Ia juga mengatakan, laporan yang mereka terima dari Puskesmas Serasan, ada 4 kasus DBD berasal dari Batu Berian dan 3 telah dirujuk ke RSUD Natuna.
Terkait hal tersebut Dinas Kesehatan telah mengambil langkah pencegahan penyebaran dengan melakukan fogging dan pembagian abate.
"Dari pihak kecamatan juga telah mengajak masyarakat melakukan gerakan 3M atau PSN," terangnya.
Selain itu, dinas juga melakukan droping obat melation atau racun nyamuk (abate) serta cairan infus sebagai antisipasi jika dibutuhkan.
Sementara, Kepala Puskesmas Serasan, Syarifah Anisah, saat dihubungi membenarkan ada 4 pasien dan 3 dinyatakan positif.
"Telah dilakukan sosialisasi dan koordinasi kepada pemerintah setempat, gotong royong," jelasnya.
Menurutnya kasus DBD kali ini bertolak belakang dengan kondisi cuaca, diperkirakan ini datang dari luar daerah, karena pulau tersebut sering disinggahi kapal dari Kalimantan.
"Ini kejadian membuat kita heran, karena biasanya DBD pada saat musim penghujan, sedangkan saat ini lagi musim kemarau. Kami menduga datangnya dari Kalimatan Barat, warga setempat juga kebanyakan akses mereka ke sana, karena pulau itu tempat persinggahan kapal dari sana," kata Anisah.
Karena itu, Ia berharap ada tindakan nyata dari semua pihak agar bisa menghentikan penularan dalam waktu cepat.
"Saat ini ada 2 pasien dari Kampung Pilimpak, di luar pulau Batu Berian, kita telah dua kali cek mereka negatif, namun antisipasi penularan harus terus dilakukan, terutama para Kepala Desa harus berperan aktif," pintanya.
Baca juga: Dinkes: jangan sampai Kepri ditetapkan KLB DBD
Baca juga: Kadinkes: Kepri siaga satu DBD
Baca juga: Belajar kendalikan DBD dari Singapura
Pewarta : Cherman
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna liburkan sekolah selama 15 hari guna cegah peningkatan DBD
13 February 2025 18:13 WIB, 2025
Pemkab Natuna turunkan tim khusus untuk tangani kasus DBD di Pulau Midai
11 February 2025 16:24 WIB, 2025
Dinkes Kepri minta wilayah untuk galakkan PSN dan gotong royong cegah DBD
13 September 2024 13:06 WIB, 2024
Dinkes Tanjungpinang tekankan gerakan 3M Plus seiring meningkatnya kasus DBD
19 June 2024 13:18 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Natuna evaluasi kelayakan fasilitas kesehatan di pulau penyangga
08 May 2026 19:45 WIB