Rusunawa untuk pegawai imigrasi di Batam diresmikan
Jumat, 19 Juli 2019 20:33 WIB
Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie bermain pingpong di ruang olahraga yang ada di rusunawa pegawai imigrasi di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (19/7/2019). (ANTARA/Yunianti Jannatun Naim)
Batam (ANTARA) - Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ronny Franky Sompie pada Jumat meresmikan rumah susun sewa (rusunawa) untuk pegawai di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam.
Ronny berharap rusunawa bisa mengakomodasi kebutuhan pegawai imigrasi, setidaknya membuat para pegawai tidak harus memusingkan urusan mencari tempat tinggal di daerah penempatan baru saat dipindahkan ke tempat lain.
"Tinggal bawa diri saja. Beban pegawai terkait akomodasi lebih teratasi, meski belum menyelesaikan keseluruhan," kata dia.
Dengan demikian, ia melanjutkan, para pegawai imigrasi bisa fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rusunawa pegawai imigrasi di Batam merupakan fasilitas perumahan pegawai imigrasi yang kedua setelah permukiman serupa di Bali.
Rusunawa Imigrasi di Batam meliputi 42 unit tempat tinggal berukuran 36 meter persegi. Setiap unit tempat tinggal memiliki dua kamar tidur.
Tempat tinggal pegawai imigrasi itu dilengkapi dengan fasilitas berupa kantin dan ruang olahraga.
Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M Hidayat mengatakan rusunawa Imigrasi di Batam dibangun dengan spesifikasi bagus.
Unit tempat tinggal dalam rusunawa itu dilengkapi dengan mebel seperti tempat tidur, kasur, lemari, hingga sofa.
"Jadi pegawai tidak perlu mikir lagi. Mereka bisa bekerja lebih baik," kata dia.
Ronny berharap rusunawa bisa mengakomodasi kebutuhan pegawai imigrasi, setidaknya membuat para pegawai tidak harus memusingkan urusan mencari tempat tinggal di daerah penempatan baru saat dipindahkan ke tempat lain.
"Tinggal bawa diri saja. Beban pegawai terkait akomodasi lebih teratasi, meski belum menyelesaikan keseluruhan," kata dia.
Dengan demikian, ia melanjutkan, para pegawai imigrasi bisa fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rusunawa pegawai imigrasi di Batam merupakan fasilitas perumahan pegawai imigrasi yang kedua setelah permukiman serupa di Bali.
Rusunawa Imigrasi di Batam meliputi 42 unit tempat tinggal berukuran 36 meter persegi. Setiap unit tempat tinggal memiliki dua kamar tidur.
Tempat tinggal pegawai imigrasi itu dilengkapi dengan fasilitas berupa kantin dan ruang olahraga.
Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M Hidayat mengatakan rusunawa Imigrasi di Batam dibangun dengan spesifikasi bagus.
Unit tempat tinggal dalam rusunawa itu dilengkapi dengan mebel seperti tempat tidur, kasur, lemari, hingga sofa.
"Jadi pegawai tidak perlu mikir lagi. Mereka bisa bekerja lebih baik," kata dia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menag RI tekankan pentingnya penguatan mental dan spritual bagi para ASN Kemenag Kepri
15 January 2026 15:47 WIB
Menkeu Purbaya evaluasi pegawai pajak, buka peluang rotasi hingga dirumahkan
14 January 2026 10:54 WIB
KPK periksa 2 pegawai BKPSDM Ponorogo cek status kepegawaian tersangka Yunus Mahatma
13 January 2026 11:45 WIB
Pemprov Kepri terbaik kedua inovasi pengelolaan kepegawaian tingkat nasional tahun 2025
19 November 2025 16:46 WIB
Pemkab Natuna angkat 59 pegawai non-ASN jadi PPPK guna tingkatkan layanan
30 September 2025 6:46 WIB