Warga Penagi, Natuna antusias sambut Imlek
Jumat, 24 Januari 2020 22:22 WIB
Sejumlah warga muslim Kampung Tua Penagi beserta warga sekita Kota Ranai, Bunguran Timur antusias sambut perasayaan malam Tahun Baru China 2571 atau Imlek di Kelenteng Pu Tek Chi, Penagi, Ranai, Natuna, Jumat. (Antara Kepri/Cherman)
Natuna (ANTARA) - Sejumlah warga muslim Kampung Tua Penagi beserta warga sekitar Kota Ranai, Bunguran Timur antusias sambut perayaan malam Tahun Baru China 2571 atau Imlek di Kelenteng Pu Tek Chi, Penagi, Ranai, Natuna, Jumat malam.
"Meski kita beda keyakinan, suku, namun bersama saat merayakan hari-hari besar seperti saat ini," Kata Dediyanto Ketua Majelis Agama Kong Hu Chu Kabupaten Natuna saat ditemui disela perayaan Imlek.
Ia juga mengungkapkan, warga sekitar susah terbiasa dengan saling bergotong royong sejak lama dan hidup rukun berdampingan, termasuk memeriahkan perayaan hari besar Islam.
"Mereka lebih semangat dari kita yang merayakan malah, karena tempat ibadah kita berdampingan, jadi mereka turut membantu kita dalam persiapan, mulai dari bersih-bersih hingga dekorasi untuk hias-hias kampung ini," jelas Dediyanto.
Selanjutnya, Ia mengatakan perayaan Imlek akan diselenggarakan hingga 15 hari kedepan sampai perayaan puncak ditandai dengan cap go meh.
"Mulai dari malam ini, sampai cap go meh nanti terus kita ada kegiatan di sini," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengatakan daya tarik perayaan Imlek berpotensi menjadi ajang promosi wisata, ibadah ini pula bagian dari pelestarian budaya yang harus dan patut untuk dilestarikan.
"Tiap tahun kita buat ini, setiap Imlek kita tampilkan barongsai," kata Dedi.
Ia berharap dengan perayaan Imlek kali ini, semakin merekat persatuan diantara masyarakat, warga Natuna khususnya.
"Sesama warga negara, mesti berbeda keyakinan dan suku adat budaya kita tetap bersatu," tutupnya.
Salah satu pengunjung, Wini, mengatakan perayaan malam Tahun Baru China di Kota Tua Penagi selalu menjadi daya tarik tersendiri setiap Imlek di Natuna.
"Unik, karena kelenteng bersebelahan dengan tempat ibadah muslim, sebelah sebelahan gitu, tadi kami datang masih sholat Isya, jadi kelenteng tidak ada aktifitas apapun, sebelah masih sholat," kata dia.
Surau Al-Mukarramah dan Kelenteng Pu Tek Chi memang sejak lama telah berada berdampingan. Hingga tengah malam warga masih memadati Kota Tua Penagi meski hanya untuk berfoto bersama teman teman hingga keluarga.
"Meski kita beda keyakinan, suku, namun bersama saat merayakan hari-hari besar seperti saat ini," Kata Dediyanto Ketua Majelis Agama Kong Hu Chu Kabupaten Natuna saat ditemui disela perayaan Imlek.
Ia juga mengungkapkan, warga sekitar susah terbiasa dengan saling bergotong royong sejak lama dan hidup rukun berdampingan, termasuk memeriahkan perayaan hari besar Islam.
"Mereka lebih semangat dari kita yang merayakan malah, karena tempat ibadah kita berdampingan, jadi mereka turut membantu kita dalam persiapan, mulai dari bersih-bersih hingga dekorasi untuk hias-hias kampung ini," jelas Dediyanto.
Selanjutnya, Ia mengatakan perayaan Imlek akan diselenggarakan hingga 15 hari kedepan sampai perayaan puncak ditandai dengan cap go meh.
"Mulai dari malam ini, sampai cap go meh nanti terus kita ada kegiatan di sini," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengatakan daya tarik perayaan Imlek berpotensi menjadi ajang promosi wisata, ibadah ini pula bagian dari pelestarian budaya yang harus dan patut untuk dilestarikan.
"Tiap tahun kita buat ini, setiap Imlek kita tampilkan barongsai," kata Dedi.
Ia berharap dengan perayaan Imlek kali ini, semakin merekat persatuan diantara masyarakat, warga Natuna khususnya.
"Sesama warga negara, mesti berbeda keyakinan dan suku adat budaya kita tetap bersatu," tutupnya.
Salah satu pengunjung, Wini, mengatakan perayaan malam Tahun Baru China di Kota Tua Penagi selalu menjadi daya tarik tersendiri setiap Imlek di Natuna.
"Unik, karena kelenteng bersebelahan dengan tempat ibadah muslim, sebelah sebelahan gitu, tadi kami datang masih sholat Isya, jadi kelenteng tidak ada aktifitas apapun, sebelah masih sholat," kata dia.
Surau Al-Mukarramah dan Kelenteng Pu Tek Chi memang sejak lama telah berada berdampingan. Hingga tengah malam warga masih memadati Kota Tua Penagi meski hanya untuk berfoto bersama teman teman hingga keluarga.
Pewarta : Cherman
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Bapanas siapkan hotline pengaduan pelanggaran harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
12 February 2026 7:19 WIB
Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek dan Idul Fitri
09 February 2026 11:28 WIB
Bandara Hang Nadim Batam layani 74.481 penumpang saat libur Isra Mi'raj-Imlek
31 January 2025 13:58 WIB, 2025
Warga binaan Tionghoa ikut rayakan Imlek di Lapas Narkotika Tanjungpinang
30 January 2025 7:29 WIB, 2025
Ribuan pengunjung padati vihara berusia 300-an tahun di Tanjungpinang saat Imlek
29 January 2025 16:10 WIB, 2025
Vihara Maitreya Batam siapkan 10 menu makanan vegetarian pada Imlek 2025
29 January 2025 15:16 WIB, 2025