BP Batam-PT Moya kerja sama untuk pengelolaan air bersih Batam
Senin, 14 September 2020 17:30 WIB
Penandatanganan kerja sama pengelolaan masa transisi SPAM antara BP Kawasan Batam dengan PT Moya Indonesia di Batam, Senin (14/9). (Humas BP Batam)
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam bekerja sama dengan PT Moya Indonesia untuk mengelola sistem penyediaan air minum (SPAM) setempat selama masa transisi setelah berakhirnya jangka waktu konsesi dengan PT Adhya Tirta Batam ( ATB).
"Untuk menjaga pelayanan sistem penyediaan air minum (SPAM) tidak terhenti, tidak terganggu atau menurun kualitas layanannya, BP Batam telah melakukan proses pemilihan mitra kerja sama masa transisi pengelolaan sistem penyediaan air minum Batam," kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Batam, Kepulauan Riau), Senin.
Perjanjian konsesi selama 25 tahun dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan berakhir pada 14 November 2020.
BP Batam mengundang perusahaan yang dinilai berpengalaman dalam membangun dan mengoperasikan SPAM yang mendekati atau melebihi dari kapasitas pada saat ini. Dari penilaian itu, penawaran PT Moya Indonesia dinilai terbaik.
Dalam kesempatan itu, Rudi menyatakan mitra baru harus menjamin kualitas yang tinggi dalam pelayanan sesuai kemampuan, keahlian yang dimiliki serta pengalaman teknis dan manajerial dalam pengoperasian SPAM.
BP Batam juga meminta tidak ada gangguan atas pelayanan sistem penyediaan air minum Batam setelah berakhirnya jangka waktu konsesi dengan ATB.
Chief Executive Officer PT Moya Indonesia, Mohammad Selim dalam keterangan tertulis menyatakan perusahaannya bergerak dalam bidang pengelolaan air minum swasta untuk industri, komersial, dan nonkomersial.
Moya Indonesna ditugaskan sebagai 'caretaker' di Batam selama enam bulan.
"Selama menjalankan tugas caretaker tersebut Moya Indonesia berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Daerah Batam," kata dia.
Moya Indonesia juga akan berperan sebagai penopang dalam lingkup manajemen dan operasional pengelolaan SPAM, meliputi proses produksi, distribusi, dan pelayanan pelanggan.
"Untuk menjaga pelayanan sistem penyediaan air minum (SPAM) tidak terhenti, tidak terganggu atau menurun kualitas layanannya, BP Batam telah melakukan proses pemilihan mitra kerja sama masa transisi pengelolaan sistem penyediaan air minum Batam," kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Batam, Kepulauan Riau), Senin.
Perjanjian konsesi selama 25 tahun dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan berakhir pada 14 November 2020.
BP Batam mengundang perusahaan yang dinilai berpengalaman dalam membangun dan mengoperasikan SPAM yang mendekati atau melebihi dari kapasitas pada saat ini. Dari penilaian itu, penawaran PT Moya Indonesia dinilai terbaik.
Dalam kesempatan itu, Rudi menyatakan mitra baru harus menjamin kualitas yang tinggi dalam pelayanan sesuai kemampuan, keahlian yang dimiliki serta pengalaman teknis dan manajerial dalam pengoperasian SPAM.
BP Batam juga meminta tidak ada gangguan atas pelayanan sistem penyediaan air minum Batam setelah berakhirnya jangka waktu konsesi dengan ATB.
Chief Executive Officer PT Moya Indonesia, Mohammad Selim dalam keterangan tertulis menyatakan perusahaannya bergerak dalam bidang pengelolaan air minum swasta untuk industri, komersial, dan nonkomersial.
Moya Indonesna ditugaskan sebagai 'caretaker' di Batam selama enam bulan.
"Selama menjalankan tugas caretaker tersebut Moya Indonesia berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Daerah Batam," kata dia.
Moya Indonesia juga akan berperan sebagai penopang dalam lingkup manajemen dan operasional pengelolaan SPAM, meliputi proses produksi, distribusi, dan pelayanan pelanggan.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas dan Kedubes Inggris perkuat kerja sama penanganan darurat WNA di Pulau Bintan
20 January 2026 19:13 WIB
BPOM jalin kerja sama dengan HSA Singapura perkuat produk kesehatan dan obat
15 January 2026 13:31 WIB
Wagub Kepri sebut latihan bersama AUMX II perkuat kerja sama bidang maritim
11 December 2025 9:47 WIB
Bakamla: Pemulangan empat nelayan Tanjung Uma berkat kerja sama dua negara
15 November 2025 8:11 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek dan Idul Fitri
09 February 2026 11:28 WIB