Logo Header Antaranews Kepri

IGD Asrama Haji bakal beroperasi setelah Idul Adha

Senin, 19 Juli 2021 18:03 WIB
Image Print
Pemerintah Kota Batam menyediakan layanan IGD dan fasilitas isolasi mandiri di kompleks Asrama Haji Batam. (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau berencana mengoperasikan instalasi gawat darurat (IGD) di Asrama Haji setelah Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

"Paska Idul Adha mungkin IGD Asrama Haji digunakan," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam pertemuan virtual dengan wartawan di Batam, Senin.

Pemerintah Kota Batam memfungsikan satu aula di Asrama Haji Batam sebagai IGD untuk mendukung penyediaan pelayanan medis darurat pada masa pandemi COVID-19.

Pasien yang menurut indikasi terserang COVID-19 bisa menggunakan pelayanan IGD Asrama Haji. Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan pasien positif terinfeksi virus corona, maka mereka akan dipindahkan ke rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Wakil Wali Kota mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan 35 tempat tidur pasien di IGD Asrama Haji serta akan menyiagakan minimum tiga orang dokter dan 10 tenaga medis di sana.

Dokter dan tenaga medis yang ditugaskan di IGD Asrama haji berasal dari puskesmas-puskesmas. "Kendati pun begitu nanti juga dari bisa mobile RSUD dan asrama haji," kata Wakil Wali Kota.

Ia mengatakan bahwa alat kesehatan yang disiapkan di fasilitas tersebut utamanya yang sangat dibutuhkan untuk penanganan awal seperti alat pemeriksaan saturasi oksigen dan tekanan darah.

"Untuk alat kesehatan lain, seiring jalannya ini, disiapkan pada refocusing anggaran. Prinsipnya kebutuhan minimal melayani masyarakat sudah tersedia," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa penyediaan layanan IGD tidak akan mempengaruhi pelayanan isolasi mandiri terpusat di Asrama Haji.

"Isolasi jalan, IGD tetap jalan, alhamdulillah tidak terpengaruh. Petugas jaga bisa mobile, bergeser satu dan lainnya," kata dia.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026