
Rupiah melemah dipicu kekhawatiran resesi

Hari ini rupiah tertekan oleh sentimen 'risk off' di pasar. Data inflasi minggu lalu juga masih melanjutkan tekanan pada rupiah
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup melemah dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman resesi global.
Rupiah ditutup melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.889 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.8373 per dolar AS.
"Hari ini rupiah tertekan oleh sentimen 'risk off' di pasar. Data inflasi minggu lalu juga masih melanjutkan tekanan pada rupiah," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
"Risk off" adalah kondisi di mana investor lebih cenderung untuk menghindari risiko. Sebaliknya, risk on adalah kondisi di mana pelaku pasar memilih untuk mengambil risiko.
Menurut Lukman, kekhawatiran akan resesi kembali muncul dengan imbal hasil atau yield obligasi AS turun ke level terendah dalam empat bulan.
"Namun, pelaku pasar domestik masih menantikan data PDB Indonesia yang akan dirilis Jumat depan dan diperkirakan akan bertahan di atas 5 persen. Hal ini sedikit meredakan tekanan pada rupiah," ujar Lukman.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah melemah dipicu kembalinya kekhawatiran resesi
Pewarta : Citro Atmoko
Editor:
Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026
