Logo Header Antaranews Kepri

KPU: 10 parpol belum lengkapi dokumen

Sabtu, 13 Agustus 2022 19:55 WIB
Image Print
Anggota KPU RI August Melasz (tengah) memberikan keterangan pers di g\Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (13/8/2022). ANTARA/Melalusa Susthira K.

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengatakan, 10 partai politik (parpol) belum melengkapi dokumen pendaftaran calon peserta Pemilu 2024.

Anggota KPU RI Idham Holik menjelaskan bahwa dari total 31 parpol yang telah mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024 sampai dengan hari ini, sebanyak 21 parpol dokumen pendaftarannya dinyatakan telah lengkap.

"10 masih dilengkapi oleh parpol tersebut,” kata Idham Holik, di Jakarta, Sabtu.

Ia menyebut bahwa dokumen yang belum lengkap tersebut menyangkut persoalan input data oleh para parpol pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang belum rampung seratus persen.

"Pada umumnya berkaitan dengan kapasitas data yang banyak sekali, karena ini kan membutuhkan waktu untuk mengunggah dan membutuhkan sumber daya yang banyak," ujarnya lagi.

Idham lantas berkata, “Bukan soal hambatan di teknologi Sipol itu sendiri”.

KPU, kata Idham, memberi kesempatan waktu bagi parpol tersebut untuk melengkapi dokumennya hingga masa pendaftaran terakhir pada Minggu (14/8) pukul 23.59 WIB.

"Apabila sampai dengan tanggal 14 (Agustus) pukul 23.59 WIB, kesepuluh parpol tersebut tidak melengkapi, maka kami nyatakan dokumennya tidak lengkap dan yang bersangkutan pendaftarannya tidak bisa dilanjutkan ke tahapan verifikasi administrasi," kata Idham.

Sebanyak 10 parpol yang dokumen pendaftarannya belum lengkap, yaitu Partai Republik, Partai Reformasi, Pandai, Partai Demokrasi Rakyat Indonesia, Partai Kedaulatan Rakyat, Partai Berkarya, Partai Indonesia Bangkit Bersatu, Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), Partai Pelita, dan Partai Kongres.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Besok terakhir pendaftaran, KPU sebut 10 parpol dokumen belum lengkap



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026