Logo Header Antaranews Kepri

IPKB: Batam Alami Masalah Kependudukan

Minggu, 17 Oktober 2010 14:23 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kepulauan Riau Iswidodo mengatakan, masalah kependudukan belum mendapat perhatian pengambil kebijakan pemerintah provinsi itu, terutama Batam, meski kondisinya sudah memprihatinkan.

"Kepri menghadapi masalah kependudukan yang berujung pada tersedotnya anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," kata Iswidodo disela kunjungan IPKB Kalbar ke Batam, Minggu.

Ia mencontohkan, jumlah penduduk Kota Batam idealnya 700 ribu jiwa, namun saat ini meningkat menjadi sekitar satu juta jiwa dalam beberapa tahun terakhir di kota industri itu.

"Ada kelebihan 300 ribu jiwa yang akan memberi permasalahan kependudukan di masa mendatang," katanya.

Sementara Pemerintah Kota (Pemkot) Batam cenderung menambah infrastruktur dasar seperti sekolah dan puskesmas.

Ia menambahkan, belum ada upaya maksimal mengatasi masalah kependudukan di Kepri, padahal daya dukung lahan dan lingkungan sangat terbatas karena sebagian besar wilayahnya berupa laut.

Para pengambil kebijakan dan politisi seperti memilih membiarkan penduduk terus bertambah bagi kepentingan jumlah konstituen. Semakin banyak penduduk akan semakin banyak suara, kata dia.

Kepala Bidang Pembinaan Keluarga/Keluarga Sejahtera BKKBN Kepulauan Riau Sutanto mengatakan, laju pertumbuhan penduduk di kota itu hampir 10 persen.

Menurut dia, selain dipengaruhi Batam sebagai daerah transit, juga sebagian besar generasi kedua warga yang datang kota itu mulai berkeluarga.

Riza Pahlevi, Wakil Pemred Batam Post, salah satu koran di kota tersebut mengatakan, media berupaya mengingatkan pengambil kebijakan mengenai ancaman masalah kependudukan.

"Kami sering mengingatkan, terutama ledakan jumlah penduduk. Kami sudah berkali-kali memberitakan masalah ini di halaman depan," kata Riza Pahlevi.

Mereka juga mengawasi proses penerimaan siswa baru karena semakin banyak anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri daerah ini. (T011/S019/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026