Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam jemput bola giatkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Rabu, 22 Oktober 2025 16:10 WIB
Image Print
Kunjungan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Muhammad Nuh Al Azhar ke Disdukcapil Batam, Kepri, Selasa (21/10/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Batam

Batam (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Kepulauan Riau, berkomitmen menggiatkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital atau IKD dengan jemput bola kepada masyarakat untuk aktivasi aplikasi tersebut.

"Kemarin kami mendapat kunjungan dari Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Muhammad Nuh Al Azhar. Beliau sempat menyinggung soal percepatan aktivasi IKD, jadi kami akan mendorong itu,” kata Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil Kota Batam Yusfa Hendri saat dihubungi di Batam, Rabu.

Ia mengatakan bahwa hingga kini pengaktifan IKD di Batam baru sekitar 55 ribu penduduk atau kurang dari 10 persen total populasi kota itu.

Baca juga: Disnaker Kota Batam tangani 104 kasus perselisihan hubungan dengan industri

"Ini memang masih rendah karena IKD belum terlalu familiar di masyarakat dan akhir-akhir ini terjadi banyak penipuan untuk pengaktifan IKD maka mungkin orang menjadi sungkan," katanya.

Namun, Yusfa mengatakan bahwa Ditjen Dukcapil terus mendorong aplikasi IKD untuk menjadi bank data terintegrasi seluruh data pribadi, bukan hanya KTP, kartu keluarga dan dokumen Dukcapil lainnya, tetapi juga mencakup jaminan sosial, seperti kartu kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini juga mengurangi risiko dokumen hilang karena seluruhnya sudah di dalam satu aplikasi. Maka dari itu, kami yang akan mempercepat aktivasi dengan jemput bola ke masyarakat. Misal, ke seluruh pegawai ASN (aparatur sipil negara), lalu anak sekolah, anggota DPRD, seperti itu," katanya.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Yusfa juga memaparkan data kependudukan Kota Batam pada semester I tahun 2025 yang tercatat 1.365.266 jiwa, dengan wajib KTP sejumlah 972.603 jiwa.

Baca juga: DPRD Batam sampaikan ranperda inisiatif tentang penyelenggaraan fasum-fasos

Dari jumlah tersebut, 952.690 jiwa sudah melakukan perekaman KTP elektronik, sementara 19.913 jiwa masih belum.

Yusfa juga memperkenalkan inovasi layanan berbasis digital yang menjadi kebanggaan Disdukcapil Batam, yaitu LAKSE (Layanan Administrasi Kependudukan Secara Elektronik).

Melalui platform ini, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen, seperti KTP, KK, KIA, surat pindah, akta kelahiran hingga akta kematian secara daring tanpa perlu datang langsung ke kantor.

la menambahkan program Pelanduk (Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan) juga terus dikembangkan agar masyarakat di wilayah kecamatan bisa mendapatkan delapan jenis layanan kependudukan secara langsung.

Baca juga:
Natuna liburkan sekolah di wilayah latihan menembak TNI AD

Kementerian Investasi kawal investasi dan perizinan BP Batam



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026