Logo Header Antaranews Kepri

BUP Karimun Disiapkan Sebagai Operator Pelabuhan

Selasa, 26 Oktober 2010 22:39 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Cendra Nawazir, mengatakan Badan Usaha Pelabuhan Karimun disiapkan sebagai operator sejumlah pelabuhan dan salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

"Sejak dari awal sudah kami persiapkan sebagai operator sejumlah pelabuhan, mengingat geografis Karimun yang terdiri dari ratusan pulau dan memiliki luas lautan 70 persen luas total wilayah, tentunya sektor kepelabuhan memiliki potensi yang sangat besar," ucapnya di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Cendra menjelaskan untuk mewujudkan hal itu, akan dilakukannya secara bertahap.

"Saat ini Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun sudah menjadi operator di pelabuhan resmi free trade zone Parit Rampak, masih pada tahun ini akan menjadi operator di Pelabuhan Antarpulau Boom Panjang, Pelabuhan Selat Belia di Kundur. Saat ini kami hanya menunggu penyerahan pelabuhan itu dari Dinas Pekerjaan Umum ke kami, rencana akan dilakukan tahun ini," jelasnya.

Langkah lain yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan sendiri, kata dia, dalam waktu dekat akan melengkapi sarana dan prasarana Pelabuhan Seroja di Moro.

Dia menuturkan berawal dari pengelolaan pelabuhan, akan muncul berbagai efek domino sebagai sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Diantaranya berasal dari karcis masuk pelabuhan, retribusi ship to ship di perairan Selatan Karimun, hasil sewa sarana yang dimiliki, hal itulah kelak yang akan turut mendongkrak PAD, bila murni mengandalkan pendapatan dari kegiatan kepelabuhanan saya pesimis bisa menjadikan BUP sebagai salah satu penyumbang PAD terbesar bisa terwujud," tuturnya.

Pelabuhan Kontainer

Masih pada kesempatan itu dia mengatakan, rencana menjadikan BUP Karimun sebagai operator pelabuhan di Karimun secara optimal akan terwujud tahun 2012.

"Setelah pelabuhan kontainer di Pelambung dioperasikan, maka optimalah realisasi BUP sebagai operator," katanya.

Tentang pelabuhan kontainer itu yang dibiayai pembangunannya oleh pemerintah pusat sebesar Rp350 miliar, saat ini pengerjaannya sudah memasuki tahap ke dua.

"Berdasarkan perencanaan proyek tersebut, pengerjaannya akan selesai tahun 2012 dan dalam pengelolaannya nanti BUP bekerja sama dengan Port Singapore Authority (PSA)," jelasnya.(ANT-HAM/B013/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026