Logo Header Antaranews Kepri

220 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Batam

Rabu, 1 Desember 2010 18:54 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Sebanyak 220 kasus HIV/AIDS ditemukan di Batam, Provinsi Kepulauan Riau selama tahun 2010, kata Pieter P. Pureklolong, kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batam.

"Kasus itu kami temukan dalam kurun Januari hingga Oktober 2010," kata dia, di Batam, Rabu, pada peringatan Hari AIDS se-Dunia.

Pureklolong mengatakan penderita "human immunodeficiency virus" (HIV) dan "acquired immune deficiency syndrome/acquired immunodeficiency syndrome" (AIDS) di Batam meliputi laki-laki sebanyak 120 orang dan perempuan sebanyak 100 orang.

Dominasi kaum laki-laki sebagai penderita HIV/AIDS rata-rata diakibatkan sering berhubungan dengan pekerja seks komersial dan penggunaan narkotika jenis suntik.

Sebanyak 31 penderita HIV/AIDS meninggal dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2010.

KPA Kota Batam dalam mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS yang kian meningkat telah melakukan langkah-langkah strategis.

Pieter mengatakan berdasarkan rencana strategis KPA Nasional tahun 2010-2014 telah dibuat prioritas wilayah di Batam yang merupakan populasi potensi tinggi penyebaran HIV/AIDS.

"Wilayah itu adalah lokalisasi, tempat hiburan dan sejenisnya," kata dia.

Program KPA yang telah dilakukan yakni pemahaman pencegahan penularan HIV/AIDS akibat transmisi penyakit seksual di kalangan pekerja seks.

Sedangkan bagi penderita, lanjut dia, KPA memiliki program konseling dan tes secara sukarela serta advokasi.

"Kami juga memiliki program penanggulangan HIV/AIDS di kalangan ibu hamil dan menyusui melalui program PMTCT (Prevention Mother to Child Transmission)," kata dia.

Dia mengatakan program ini sangat berhasil untuk meminimalisasi penularan kepada anak dari ibu hamil ataupun menyusui.

"KPA Batam dengan dukungan dari masyarakat akan berusaha semaksimal mungkin meminimalisir penyebaran HIV/AIDS secara promotif maupun preventif," pungkas dia. (ANT-142/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026