
DPRD Batam Sahkan APBD 2011 Rp1,4 Triliun

Batam (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam, Kepulauan Riau, mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Batam 2011 sebesar Rp1,4 triliun.
"Angka APBD itu mengalami peningkatan signifikan dari tahun lalu sebesar 26,14 persen," kata Aris Hardy Halim, wakil ketua III DPRD Kota Batam, Kamis.
Dia mengatakan secara rinci APBD sebesar Rp1.439.138.465.965 memiliki struktur pengeluaran untuk belanja tidak langsung yang terdiri atas belanja pegawai, subsidi, hibah, bantuan sosial, bagi hasil kelurahan dan belanja tak terduga sebesar Rp619.768.837.712,69.
Untuk belanja langsung anggaran mencapai Rp816.369.628.252,31 dan pengeluaran pembiayaan berupa bantuan dana bergulir sebesar Rp3 miliar.
Dia menyebutkan Pemkot Batam menargetkan pemasukan dari sektor Pendapatan Asli Daerah, dana perimbangan, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp1.354.423.465.965 dan penerimaan pembiayaan sebesar Rp84.715.000.000.
"APBD tahun depan menggunakan prinsip anggaran berimbang sehingga tidak ada surplus maupun defisit," kata Aris.
Prinsip anggaran berimbang ini dilakukan sebagai upaya menyeimbangkan sisi penerimaan dengan pendapatan untuk menutupi celah defisit melalui sumber pembiayaan dari penerimaan pinjaman daerah.
Dia mengatakan program penanggulangan kemiskinan di Kota Batam belum dianggarkan pada APBD 2011.
"Namun diharapkan setelah dievaluasi oleh Gubernur Kepulauan Riau, program penanggulangan kemiskinan dapar terakomodasi dalam APBD ini," kata dia.
Untuk memacu pendapatan daerah, lanjut dia, peraturan daerah yang berkaitan dengan potensi penerimaan daerah akan dipercepat penetapan maupun pelaksanaannya.
Dia mencontohkan perubahan atas Perda Nomor 16 Tahun 2001 tentang Sumbangan Pihak Ketiga, Perda Nomor 9 Tahun 2001 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Batam dan Perda Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Perda tentang Pajak-Pajak Daerah terkait PPJU perlu segera diterapkan.
"Pemkot Batam akan merealisasikan penarikan donasi dari masyarakat yang menggunakan jasa bandara maupun pelabuhan internasional. Potensi pendapatan dari dua tempat itu mencapai Rp30 miliar per tahun," kata dia.
Pada sisi lain, dia juga menyebutkan peningkatan APBD dimaksudkan untuk menopang pembangunan infrastruktur khususnya jalan, yang pada 2011 tidak lagi dilakukan pembangunan maupun pemeliharaan oleh BP Batam.(ANT-142/N002/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
