
Riau dapat helikopter dari BNPB untuk giatkan patroli karhutla

Pekanbaru (ANTARA) - Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan pihaknya mendapatkan satu unit helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menggiatkan patroli pengawasan kebakaran hutan dan lahan di wilayah provinsi setempat.
"Helikopter tersebut bisa digunakan untuk berpatroli udara selama 3,5 jam, dan jika ditemukan ada karhutla, maka akan langsung dilaporkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui darat dan udara," kata M Edy Afrizal dalam keterangannya di Pekanbaru, Selasa.
Ia mengatakan, bantuan helikopter akan memudahkan dan lebih cepat melakukan patroli karhutla lebih.
Selain helikopter patroli tersebut, pihaknya saat ini juga sedang menunggu helikopter untuk water boombing yang sedang dikirimkan dari Australia. Saat ini, posisi helikopter tersebut sudah berada di Kupang.
"Helikopter water boombing yang dikirim dari Australia sudah berada di Kupang, sedang di cek oleh pihak Bea Cukai dan diharapkan, pekan ini juga sudah sampai di Riau.
Sebagai upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi Riau, utamanya di daerah pesisir provinsi Riau. Hingga saat ini sudah dilakukan upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menyemai garam di langit provinsi Riau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal mengatakan, kegiatan TMC di Riau sudah dilakukan sejak sepekan belakangan. Di mana saat ini Provinsi Riau sudah mendapatkan bantuan garam untuk TMC sebanyak 20 ton.
Sementara itu, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas tiga hektare di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku berupaya memadamkan api dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Polres Rohil AKBP Andrian Pramudianto saat dikonfirmasi di Rokan Hilir, Senin, menyebutkan karhutla pertama kali terdeteksi dari aplikasi Dashboard Lancang Kuning yang dimonitor oleh personelnya, pada Kamis (27/4).
Melihat kondisi itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Komandan Kodim 0321/Rohil Letkol (Inf) Muhammad Erfani untuk membantu mengerahkan personel ke lokasi karhutla di wilayah Sinaboi.
Usai mengetahui hal tersebut, tim gabungan langsung berjibaku memadamkan api dan membuahkan hasil yang baik.
Adapun jumlah anggota yang diturunkan dalam upaya pemadaman arhutla tersebut, berjumlah sekitar 20 orang. Tak hanya TNI dan Polri, masyarakat pun turut andil untuk memastikan api padam dan tak menyebar lebih luas.
"Awalnya karhutla terpantau Kamis lalu. Akhirnya dengan sinergi antara personel Polres dan Kodim 0321/Rohil beserta tim lainnya, tiga hektare karhutla di Sinaboi dapat teratasi dalam dua hari ini," sebutnya.
Andrian mengatakan wilayah Sinaboi masih memiliki semak yang cukup luas. Selain itu, lokasi yang lumayan jauh juga menyulitkan petugas saat pemadaman.
"Tim mengalami kendala lantaran lokasi kebakaran yang cukup jauh. Baik akses menuju ke lokasi maupun sumber air cukup jauh," kata Andrian.
Pewarta : Frislidia
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
