Logo Header Antaranews Kepri

Rupiah Jumat Pagi Menguat 5 Poin

Jumat, 11 Februari 2011 10:31 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA) - Kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta pada Jumat pagi menguat tipis sebesar 5 poin ke posisi Rp8.915 dibanding sebelumnya yang sebesar Rp8.920.

Pengamat pasar uang Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat, mengatakan, proyeksi International Monetary Fund (IMF) di emerging market (EM) Asia yang dimotori China, India termasuk Indonesia masih akan menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi dunia yang signifikan.

"Hal itu menjadi sentimen positif pada pergerakan kurs rupiah hari ini," kata dia.

Namun, tambah dia, pergerakkan kurs saat ini masih berfluktuasi dibanding tahun lalu, hal itu lebih disebabkan oleh ekspektasi masih tingginya inflasi dan gejolak eksternal.

Ia mengatakan, dengan kebijakan menaikkan suku bunga acuan oleh China, India, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan terakhir Indonesia, merupakan konsekuensi logis akibat penguatan ekonomi yang menyebabkan permintaan meningkat termasuk permintaan untuk pangan.

Di saat yang sama, lanjut dia, ekonomi AS menunjukkan penguatan dikuti dengan naiknya bursa New York. Kenaikan harga minyak mentah jenis WTI dapat menjadi penahan penurunan rupiah di pasar Asia hari ini.

"Dolar menguat tajam terhadap yen seiring merebaknya optimisme terhadap outlook ekonomi AS," katanya.

Sementara Pengamat pasar dari Ciptadana Aset Management Yuanita M Hutami mengatakan, ekspektasi pertumbuhan fundamental ekonomi Indonesia akan melebihi pertumbuhan pada tahun lalu yang sebesar 6,1 persen.

Menurut dia, ada tiga faktor yang akan menopang pertumbuhan Indonesia, pertama, kebijakan moneter yang baik. Kedua, penyikapan inflasi, dan ketiga, kinerja dari laporan keuangan perusahaan dalam negeri yang baik.
(ANT-ZMF/F002/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026