Logo Header Antaranews Kepri

Konstruksi Pasar Baru Karimun Harus Diaudit Ulang

Jumat, 22 April 2011 17:22 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Anggota Tim Panitia Khusus DPRD yang menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Karimun Tahun Anggaran 2010, Jamaluddin, meminta diadakan audit sebelum pengerjaan proyek Pasar Baru di Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Tanjung Balai Karimun, dilakukan.

"Audit ulang pengerjaan tahap pertama proyek pasar itu, bila ada indikasi merugikan keuangan negara harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata dia di Meral, Jumat.

Jamaluddin mengharapkan dalam menindaklanjuti pengerjaan proyek tersebut aparat penegak hukum bisa lebih cermat, sehingga tidak ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum di Karimun.

"Cermati mulai dari perencanaan, konsultan pengawas, pengawas dari dinas selaku pemilik proyek dan kontraktor pelaksana, untuk mengetahui penyebab pengerjaan konstruksi Pasar Baru yang dibiayai APBD Karimun Tahun Anggaran 2010 menjadi sedemikian parah," harapnya.

Dia menjelaskan audit ulang perlu dilakukan untuk memastikan tidak adanya pemborosan anggaran yang dilakukan untuk membiayai realisasi pembangunan infrastruktur yang kelak digunakan sebagai sentral pasar tradisional.

Meski demikian, kata dia, perusahaan pemenang lelang lanjutan pengerjaan proyek Pasar Baru, harus tetap bertanggung jawab melanjutkan pengerjaan itu.

"Itu sudah menjadi kewajibannya sebagai pemenang lelang untuk melanjutkan pengerjaan dan memberikan jaminan setelah proyek itu selesai dikerjakan layak digunakan," ucapnya.

Kondisi proyek itu mencuat, awalnya Ketua Forum Peduli Masyarakat Karimun, Basri Muhammad, mengadu dan meminta anggota Komisi C DPRD yang membidangi pembangunan untuk meninjau langsung konstruksi pasar itu, sebelum pengerjaan proyek terbengkalai itu dilanjutkan oleh kontraktor lain.

"Konstruksi bangunan itu sangat parah dan rawan ambruk," katanya.

Sebelumnya Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun, Hanjaya Candra, terkait kondisi proyek itu mengaku sudah mulai mengambil langkah-langkah untuk menghimpun keterangan dan data.

"Namun pengumpulan data dan bukti yang kami lakukan masih bersifat tertutup," ucapnya

Dia berharap dalam pengumpulan keterangan dan data, pihaknya dapat bersinergi dengan Tim Panitia Khusus DPRD Karimun.

"Kasus itu mendapat perhatian yang serius dari kami, mengingat proyek itu menyangkut kepentingan masyarakat banyak," kata dia.

(ANT-HAM/Z003/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026