Logo Header Antaranews Kepri

Taksi Argo Sulit Diterapkan di Batam

Senin, 23 Mei 2011 14:06 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau kesulitan menerapkan tarif argo pada taksi yang beroperasi di penjuru kota.

"Sulit menerapkan argo pada taksi di Batam, warga Batam biasa tawar-menawar tarif taksi," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhenri di Batam, Senin.

Ia mengatakan meski sudah memiliki mesin argo, namun warga lebih menyukai tidak menggunakan mesin pengukur tarif.

"Ada argonya saja tetap di tawar," kata Kepala Dinas.

Menurut dia, dari dulu taksi di Batam tidak menggunakan argo, masyarakat juga bisa berbagi taksi seperti layaknya angkutan umum.

"Hal itu sulit diubah, kami hanya mengimbau agar pengemudi taksi menerapkan argo pada taksi mereka," kata dia.

Tarif argo, kata dia, hanya bisa dilakukan pada taksi-taksi baru.

"Kalau untuk taksi lama tidak mungkin bisa dilakukan," lanjutnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam tidak mungkin membatasi taksi baru di Batam selama pemiliknya masih warga masyarakat Indonesia.

"Kalau ada taksi baru dan taksi lama, akan banyak pilihan bagi warga masyarakat. Kalau ingin nyaman mereka bisa memilih taksi baru dengan argo, tapi kalau ingin berbagi bisa pakai taksi lama," ujar dia.

Bagi yang menginginkan kenyamanan, tambah dia, saat ini di Batam ada 55 taksi baru beroperasi sekitar satu bulan lalu dengan menggunakan argo.

"Masyarakat tinggal pilih, mau yang nyaman atau mau yang murah namun harus berbagi," ucap Zulhendri.

Saat ini, tambah dia, sekitar 2.500 taksi yang beroperasi di kota. Sebagian besar kendaraan taksi buatan dibawah tahun 2000, bahkan ada yang buatan 1995.

Wacana pembatasan usia taksi yang boleh beroperasi di Batam juga mengalami kendala dan belum bisa diterapkan sepenuhnya. (ANT-L/M019/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026