Logo Header Antaranews Kepri

Satu Imigran Sri Lanka Hilang

Rabu, 24 Agustus 2011 10:58 WIB
Image Print
Imigran Sri Lanka yang terjun ke laut. (kepri.antaranews.com/Henky Mohari)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Kepolisian Perairan mengatakan satu orang imigran gelap asal Sri Lanka dinyatakan hilang setelah terjun dari kapal MV Alicia di perairan antara Pulau Penyengat dan Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

"Dari empat orang yang terjun dari kapal, hanya satu orang yang dinyatakan hilang hingga saat ini," kata Kasat Polair Tanjungpinang, AKP Rusdwiantoro di Tanjungpinang, Rabu.

Rusdwiantoro mengatakan, imigran gelap yang terjun dari kapal Rabu dini hari itu hanya empat orang, bukan lima orang seperti keterangan yang dibuat tiga imigran selamat sebelumnya.

"Hanya empat orang yang terjun dari kapal, tiga orang ditemukan selamat setelah terdampar di Pulau Penyengat dan satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian hingga saat ini," kata dia.

Menurut dia, kepastian satu orang hilang dari empat orang yang terjun itu didapat setelah dilakukan pendataan ulang terhadap jumlah imigran yang berada diatas kapal.

"Saya sudah lakukan pengecekan dan pendataan langsung imigran diatas kapal usai kejadian," katanya.

Namun Rusdwiantoro belum bisa merinci nama imigran gelap yang dinyatakan masih hilang itu.

Dijelaskan dia, dari 87 imigran gelap asal Sri Lanka itu, yang berada di kapal saat ini berjumlah sebanyak 79 orang, terdiri dari 71 laki-laki dewasa dan delapan perempuan serta anak-anak.

"Empat orang sedang dirawat di rumah sakit sejak beberapa waktu lalu, empat orang terjun dari kapal dan satu masih hilang," jelasnya.

Imigran yang ditemukan warga selamat dan sudah diamankan pihak kepolisian tersebut adalah Tharma Palan, Prem Kumar dan Syakaran.

Sedangkan menurut salah seorang imigran, Tharma Palan, mereka terjun dari kapal dan berenang menuju daratan sebanyak lima orang sekitar pukul 00.30 WIB.

"Kami melompat dari kapal sekitar pukul 00.30 WIB Rabu dini hari. Kami berenang selama dua jam hingga pulau itu (Penyengat) sementara dua rekan kami salah arah dan tidak tahu kemana," kata Tharma Phalan yang ditemui di Polair Tanjungpinang.

Dua orang rekannya yang dilaporkan hilang itu adalah Kajan dan Theepan.

Tharma mengatakan, mereka kabur karena mengalami sakit dan ingin dirawat di rumah sakit, sementara kapten kapal melarang mereka untuk dirawat.

"Kami sakit, saya sakit perut dan pada bagian kaki, sedangkan kapten kapal melarang kami bertemu dengan pihak 'International Organization for Migration/IOM' untuk perawatan," katanya.

Sebanyak 87 imigran asal Sri Lanka itu bertahan dan menolak turun dari kapal MV Alicia di perairan Tanjungpinang sejak 10 Juli 2011 setelah ditangkap saat berputar-putar di perairan Selat Riau, Batam.

Puluhan imigran gelap tersebut sebelumnya akan berangkat menuju Selandia Baru atau Kanada untuk mencari suaka.

(ANT-HM/K005/Btm3)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026