
IBI Batam: Sosialisasi Jampersal Minim

Batam (ANTARA News) - Sosialisasi program Jaminan Persalinan Gratis atau Jampersal yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada bidan di Kota Batam masih minim, kata Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kota Batam, Gusnawati.
"Walaupun program Jampersal telah dicetuskan sejak awal 2011 dan sudah mulai dilaksanakan di Batam pada Juli lalu, namun hingga kini kami belum pernah diajak duduk bersama untuk membicarakan pelaksanaan program Jampersal di Batam," kata dia di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.
Secara resmi Dinkes belum pernah melakukan sosialisasi program ini. "Apalagi mengajak kerja sama kepada IBI untuk menyukseskan program Jampersal," kata dia.
Gusnawati mengatakan, jika Dinkes ingin serius menyukseskan program Jampersal, seharusnya sejak awal 2011 Dinkes sudah melakukan sosialisasi program ini kepada anggota IBI.
"Saya yakin kalau sosialisasi yang dilakukan maksimal, anggota kami dengan senang hati menyukseskan program ini. karena bidan adalah ujung tombak suksesnya program Jampersal," kata dia.
IBI, kata dia, membantah Dinkes yang mengatakan bidan di Batam dikatakan tidak mendukung program Jampersal. "Kami dan seluruh anggota sangat mendukung program ini," ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Batam, Chandra Rizal mengatakan, banyak bidan swasta di Kota Batam belum mau melayani wanita melahirkan dengan program Jaminan Persalinan Gratis atau Jampersal karena uang pengganti persalinan dari pemerintah sangat minim.
"Hingga kini baru ada beberapa bidan swasta yang mau melayani program Jampersal. Sebagian besar belum bersedia dengan alasan uang pengganti terlalu kecil," kata Kadis Kesehatan Batam Chandra Rizal di Batam, Jumat.
Jampersal adalah program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang diluncurkan awal 2011. Total jaminan bagi warga yang melahirkan dengan Jampersal Rp420 ribu dengan rincian pemeriksaan kehamilan empat kali kunjungan Rp40.000. Persalinan normal Rp350 ribu dan pelayanan nifas pascamelahirkan Rp30.000 tiga kali kunjungan.
"Kalau dihitung memang jauh lebih kecil. Karena para bidan rata-rata dalam memberikan layanan persalinan mematok tarif sekitar Rp1 juta," tambah dia.
Seharusnya, kata Chandra, sebagai wujud pengabdian pada negara, para bidan swasta mau memberikan layanan Jampersal bagi wanita yang hendak melahirkan di tempat praktik mereka.
"Kami sudah mengimbau Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Batam agar bidan yang tergabung mau melayani pasien Jampersal," kata dia.
Saat ini, kata Chandra, Jampersal yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan baru bisa dilayani di seluruh Puskesmas di Kota Batam dan beberapa bidan swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. (ANT-292/S023/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
