Logo Header Antaranews Kepri

Dinkes Karimun Lakukan Pengasapan Cegah Penularan DBD

Senin, 21 November 2011 19:14 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin melakukan pengasapan atau "fogging" di Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing setelah empat warga di daerah tersebut terkena wabah demam berdarah dengue.

"Kami mengerahkan empat alat 'fogging' di Teluk Uma, Tebing. Ada dua lokasi yang kami asapi, pertama di perumahan penduduk biasa dan kedua di kompleks PT Timah," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun, Rachmadi di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Rachmadi mengatakan, pengasapan untuk mengantisipasi penularan wabah demam berdarah dengue (DBD) setelah empat warga di kelurahan tersebut positif terkena DBD dan dirawat di Rumah Sakit Bakti Timah.

"Empat warga positif terkena DBD dalam dua hari ini, sebagian masih ada yang dirawat di Rumah Sakit Bakti Timah," katanya.

Dia mengatakan "fogging" dilakukan untuk membasmi nyamuk "aedes aegypti" yang menjadi vektor penularan DBD dalam radius 100 meter dari rumah warga yang terkena DBD.

"Fogging hanya dilakukan jika ada temuan kasus DBD dan sudah menjadi prosedur dalam upaya mencegah penularan DBD," ucapnya.

Dia mengatakan musim hujan sejak beberapa bulan ini rentan penularan DBD. Dia mengimbau warga masyarakat meningkatkan kegiatan gotong royong dan membersihkan lingkungan dari wadah-wadah yang dapat menampung air hujan.

"Tingginya curah hujan rentan membiaknya nyamuk aedes aegypti, pencegahan yang paling efektif hanya bisa dilakukan dengan gerakan 3M, mengubur, menguras dan menutup tempat-tempat yang dapat menampung air hujan. Sedangkan kegiatan fogging hanya bisa membasmi nyamuk dewasa," ucapnya.

Dia mengimbau warga masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah Pulau Karimun Besar yang meliputi Kecamatan Karimun, Meral dan Tebing merupakan daerah endemis DBD.

"Daerah endemis adalah daerah yang setiap tahun terdapat kasus DBD. Warga kami imbau waspada, bukan hanya dengan menggiatkan gerakan 3M, tetapi mewaspadai gejala demam panas tinggi dengan segera berobat ke dokter," ucapnya.

Dia mengungkapkan, jumlah warga yang terkena DBD pada tahun ini menurun dibandingkan 2010. Pada 2010, tercatat sebanyak 148 kasus, sedangkan tahun ini 98 kasus, dengan rincian Kecamatan Tebing 29 kasus, Karimun 21 kasus, Buru 18, Kundur Barat 15, Meral 9, Kundur Utara 4, Moro dan Kundur masing-masing satu kasus.

"Meski jumlah pasien DBD menurun dibanding tahun lalu, kami mengimbau agar warga tetap waspada. Pencegahan wabah DBD tidak akan berhasil dengan fogging atau penaburan bubuk abate tanpa diiringi kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan," ungkapnya.

Dia juga mengimbau warga untuk mewaspadai wabah malaria karena juga rentan selama musim hujan.

Pada 2009, lanjut Rachmadi, jumlah pasien malaria tercatat sebanyak 879, 2010 sebanyak 343 kasus, dan 2011 hingga periode September sebanyak 38 kasus.
(pso-028/A013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026