Logo Header Antaranews Kepri

Satpol-PP Batam Tertibkan Puluhan Lapak Pedagang

Senin, 5 Maret 2012 19:27 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Puluhan lapak pedagang di kawasan Jodoh Boulevard, Kota Batam, Kepulauan Riau, ditertibkan paksa Satuan Polisi Pamong Praja setempat karena menempati badan jalan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batam, Hendri di Batam, Senin mengatakan sebelum melakukan penggusuran telah menerbitkan surat pemberitahuan agar pedagang membongkar lapak mereka masing-masing dan menghuni kios yang telah disiapkan.

"Sebelumnya sudah ada pemberitahuan agar mereka membongkar lapak mereka. Namun sebagian ada yang membandel dan terpaksa kami harus menurunkan sekitar 40 petugas untuk penertiban," kata dia.

Ia mengatakan, sebelumnya petugas hanya mengawasi proses pembongkaran yang dilakukan oleh pedagang, namun karena sebagian ada yang tidak mau membongkar terpaksa petugas turun tangan.

"Selama ini lapak-lapak tersebut sangat mengganggu karena terletak di jalan. Penertiban untuk membuka akses sehingga menghidupkan kembali perekonomian kawasan Jodoh," kata dia.

Menurut pengelola kawasan Tanjungpantun yang berada tepat di belakang lapak pedagang, Harsono, mengatakan telah bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menempatkan mereka pada kios-kios yang terletak tidak jauh dari lapak pedagang tersebut.

"Kami telah membangun kios untuk mereka tempati. Mereka sebelumnya bersedia membongkar kios mereka dan menempati kios yang telah disiapkan," kata dia.

Ia mengatakan, sengaja membangun kios tersebut agar para pedagang tetap bisa membuka usaha dan kawasan Tanjungpantun yang sejak mereka membuka lapak sepi, bisa hidup kembali.

Salah seorang pedagang, Mujianti mengatakan bersedia menghuni kios yang telah disiapkan namun meminta kepastian tidak ada pedagang baru di lokasi penggusuran.

"Selama ini setiap habis penggusuran ada pedagang baru. Kami tidak mau seperti itu. Kami bersedia menempati kios asal pemerintah mengawasi agar tidak ada pedagang baru pada lokasi penggusuran," kata dia.

Sejak 2007, pedagang di kawasan tersebut telah beberapa kali digusur, namun selalu kembali dengan alasan tempat yang baru sepi pengunjung. Sehingga mereka selalu kembali ke tempat yang digusur.

(KR-LNO/Y008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026