Logo Header Antaranews Kepri

Pengembangan Pariwisata Natuna Terkendala Lahan

Rabu, 7 Maret 2012 19:45 WIB
Image Print

Natuna (ANTARA Kepri) - Sekitar lima kawasan yang menjadi prioritas Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau untuk pengembangan pariwisata terkendala masalah pembebasan lahan.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Natuna Toni Yulfandri, Rabu di Ranai menegaskan, pihaknya bahkan sudah menentukan lima kawasan yang menjadi prioritas, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

"Semua terkendala pada masalah pembebasan lahan," katanya sambil menyebutkan salah satu dari lima kawasan tersebut, yakni Pantai Batu Kasah bahkan sudah ada DED yang menelan dana Rp200 juta.

Dia mengatakan, jika masalah pembebasan lahan ini tak kunjung selesai, sia-sia saja program yang sudah disusun sedemikian rupa.

Lima kawasan dimaksud terdiri atas Pantai Batu Kasah, Pulau Senoa, Teluk Depeh, Pantai Sisi dan Teluk Selahang.

Teluk Selahang yang lebih dikenal dengan Pantai Tanjung saja dengan luas 11 hektare dipatok oleh masyarakat mencapai Rp500.000/meter.

"Sangat tinggi dan jauh sekali dari standar, coba saja kalikan. Ibarat beli baju, anggaran cuma Rp100.000/helai tentunya kita tidak jadi membeli," ujarnya.

Sementara untuk Pantai Batu Kasah sebesar Rp250.000/meter saja, hingga kini belum bisa disetujui.

Untuk itu, ia mengatakan perlu kerja sama semua pihak, dalam hal ini masyarakat sebagai pihak yang juga diuntungkan dengan pengembangan pariwisata ini.

Jika memang benar mendukung sektor pariwisata seperti yang didengungkan, tambahnya buktikanlah melalui kerja sama khususnya untuk pembebasan lahan ini.

"Juga kepada pihak-pihak terkait agar memperhatikan sektor pariwisata Natuna yang sangat potensi untuk dikembangkan dan menjadi destinasi unggulan," katanya.

(KR-RST/A035)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026