Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Dirikan Sembilan Posko Mudik

Selasa, 7 Agustus 2012 14:52 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mendirikan sembilan posko arus mudik Lebaran untuk mengamankan perjalanan warga.

"Tahun ini ada sembilan posko mudik di seluruh Batam," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri di Batam, Selasa.

Dari sembilan posko, empat di antaranya didirikan di pelabuhan yaitu Pelabuhan Beton Sekupang, Pelabuhan Punggur, Pelabuhan Punggur dan Pelabuhan Udara Hang Nadim. Selain itu, posko juga didirikan di pusat-pusat keramaian seperti Pasar Aviari dan Nagoya Hill.

Sembilan posko itu di luar Posko Operasi Ketupat yang didirikan aparat kepolisian.

Untuk pengamanan posko, kata dia, ditempatkan 273 personel yang terdiri dari 175 orang aparat kepolisiam, 10 anggota TNI AL, enam TNI AD, 35 personel Kantor Pelabuhan, 30 orang personel Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan batam dan 14 orang pegawai Dinas Perhubungan.

Khusus posko di pelabuhan laut, ia mengatakan disiapkan 42 orang dari Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada penumpang moda transportasi laut.

"Sebanyak 42 orang dari Dinas Kesehatan terdiri dari 12 orang dokter dan 30 orang tenaga medis," kata dia.

Gelar pasukan seluruh personel pengamanan digelar Jumat (10/8) di Dataran Engku Putri.

Sementara itu, arus mudik di Batam mebcapai puncaknya pada H-3, Kamis (16/8).

Seluruh armada laut mulai dari Pelni, pelayaran domestik dan pelayaran rakyat dari dan ke Kota Batam Kepulauan Riau ditambah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat Mudik lebaran 2012.

Zulhendri mengatakan, frekuensi dan jumlah armada kapal Pelni, Roro, kapal domestik dan kapal rakyat ditambah untuk memenuhi kebutuhan penumpang pada tiga hari menjelang Lebaran.

"Puncak mudik diperkirakan H-3, untuk mengantisipasi jumlah kapal ditambah," kata dia.

Pelni, kata dia, menambah satu armada tujuan Belawan, Medan, KM Cermai, untuk mengantisipasi arus mudik. Kapal Muatan Cermai beroperasi satu kali pada 17 Agustus.

"Penambahan ini berdasarkan permintaan Kanpel ke Pelni," kata dia.

Untuk angkutan Kapal Roro, ia mengatakan jumlah kapal ditambah satu dari dua menjadi tiga. Frekuensi Kapal Roro juga ditambah, disesuaikan dengan kebutuhan.

Penambahan itu, kata dia, agar seluruh kebutuhan terpenuhi dan tidak menumpuk.(Y011/F002)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026