Logo Header Antaranews Kepri

Inflasi di Batam Lebih Rendah Dibanding Tanjungpinang

Rabu, 2 Januari 2013 21:35 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, inflasi di Batam pada Desember 2012 hanya 0,65 persen, lebih rendah dibanding Tanjungpinang yang mencapai 1,03 persen.

"Inflasi di Batam dan Tanjungpinang terjadi karena dipengaruhi kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2013. Namun persentase inflasi Batam lebih rendah dibanding Tanjungpinang," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Badar, di Tanjungpinang, Rabu.

BPS Kepri mencatat dari 16 kota di Sumatra yang disurvei indeks harga konsumennya, inflasi tertinggi terjadi di Kota Dumai sebesar 1,13 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Lhokseumawe dan Palembang sebesar 0,32 persen. "Persentase inflasi di Batam beda tipis dengan Lhokseumawe dan Palembang," ungkapnya.

Badar mengemukakan, kecenderungan kenaikan harga barang di Batam ditandai dengan naiknya indeks harga konsumen dari 126,99 pada November 2012 menjadi 127,82 pada Desember 2012, atau terjadi inflasi sebesar 0,65 persen. Perubahan harga pada 81 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Batam Desember 2012.

Sebanyak 63 komoditas diantaranya mengalami kenaikan harga antara lain, angkutan udara, bayam, kacang panjang, kangkung, rokok kretek filter, celana panjang jeans, wortel, bawang merah, rokok kretek, daging sapi, kecap, kol putih/kubis, baju kaos/t-shirt, rokok putih, beras, celana dalam pria, celana dalam wanita, dan ketimun.

Sebaliknya, harga 18 komoditas lainnya yang justru turun antara lain, telur ayam ras, tomat sayur, ikan kembung/gembung, bawang putih, daging ayam ras, emas perhiasan, jeruk, ikan tenggiri, sawi hijau, bensin, semangka, tomat buah, cabai merah, ikan bawal, buncis, cabai rawit, apel, dan minyak goreng.

Sedangkan inflasi di Tanjungpinang disebabkan perubahan harga pada 80 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Tanjungpinang Desember 2012 ini. Sebanyak 60 komoditas diantaranya yang mengalami kenaikan harga antara lain, bawang merah, beras, ikan selar, kangkung, ikan tongkol, sotong, bayam, bawang putih, sawi hijau, kacang panjang, daging sapi, rokok kretek, buncis, ikan kembung, tomat sayur, cumi-cumi, wortel, merica, dan ketimun.

Sebaliknya, 20 komoditas lainnya yang harganya turun antara lain cabai rawit, minyak goreng, jeruk, televisi berwarna, mie kering instan, bensin, cabai merah, minuman ringan, "hand body lotion", vitamin, pengharum cucian, parfum, obat flu, asam, tepung terigu, obat batuk, apel, celana dalam pria, bir, dan sikat gigi.

"Harga barang di Kepri secara umum fluktuatif," katanya.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026