Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) merumuskan tiga skala prioritas pembangunan pada rancangan kebijakan umum anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026.
"Tiga prioritas itu sesuai arah pembangunan Kepri tahun 2026 yang mengusung tema pengembangan potensi ekonomi daerah, sumber daya manusia (SDM), penguatan reformasi birokrasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Rabu.
Ansar memaparkan tiga skala prioritas pembangunan Kepri 2026, yaitu pertama, akselerasi penguatan potensi ekonomi maritim dan investasi berkualitas dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Kedua, akselerasi penguatan konektivitas antarwilayah dan pemerataan pembangunan infrastruktur, serta ketahanan terhadap bencana.
Ketiga, akselerasi pembangunan SDM, reformasi birokrasi, penguatan pemanfaatan teknologi dan informasi serta penguatan kelestarian budaya Melayu.
"Selain itu, Pemprov Kepri juga fokus terhadap optimalisasi pendapatan asli daerah, pemenuhan belanja wajib pemerintah serta mendukung program prioritas nasional di daerah," ucap Ansar.
Baca juga: Hamili calon istri, Polda Kepri pastikan oknum anggota Polsek Sagulung langgar etik
Ansar melanjutkan rancangan APBD Kepri 2026 diproyeksikan sebesar Rp3,4 triliun, dari yang semula ditargetkan sebesar Rp3,9 triliun.
Perubahan proyeksi anggaran itu disebabkan adanya penurunan biaya transfer pusat ke daerah Kepri sebesar Rp534 miliar di 2026, sehingga perlu dilakukan penyesuaian pendapatan dan belanja daerah.
Gubernur menambahkan penyusunan KUA-PPAS APBD Kepri 2026 sangat penting sebagai permulaan penyusunan anggaran yang didasarkan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan diajukan untuk dibahas bersama DPRD, baik terkait pendapatan, pembiayaan, asumsi, arah kebijakan pembiayaan dan strategi dalam pembiayaan pada APBD 2026.
"Melalui penyusunan KUA-PPAS ini, kami berharap dapat dilakukan pembahasan penyesuaian dana transfer pada pendapatan, sehingga anggaran yang ada dapat digunakan secara maksimal guna menunjang pembangunan daerah," demikian Ansar.
Baca juga: Kesempatan edukasi bahan makanan MBG Sekolah Luar Biasa Batam
Baca juga: Gubernur Ansar: Proyek strategis tetap jalan meski dana TKD turun

Komentar