Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri Enggan Tanggapi Judi di Pulau Manis

Senin, 8 April 2013 16:03 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti enggan menanggapi praktik judi yang diisukan dilakukan wisatawan di Pulau Manis, Kota Batam Kepri.

"Kalau soal itu, saya 'no comment'," kata Guntur Sakti kepada Antara, Senin.

Selebihnya, Guntur mendukung pengembangan rangkaian tujuh pulau itu sebagai kawasan wisata terpadu.

"Sekiranya kawasan pulau-pulau di Kepri, menjadi tujuan pariwisata, kami bangga. Artinya terjadi peningkatan daya saing," kata Guntur.

Batam sebagai daerah penyumbang kunjungan terbesar ke tiga di Indonesia memiliki destinasi baru, kata dia.

Tapi, kata Guntur melanjutkan, siapa pun pengembang yang membangun pariwisata, tentu harus melalui mekanisme yang berlaku. Pengusaha harus mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan.

Dinas Pariwisata Kepri, kata dia, tidak pernah mengeluarkan izin apa pun terkait pengembangan Funtasy Island di Pulau Air Manis.

Menurut dia, kewenangan perizinan Pulau Air Manis seharusnya diurus di Pemerintah Kota Batam.

"Izinnya banyak. Ketika mendapatkan lahan, aspek legalitas lahan, lalu penanaman modal, untuk bangunan fisik harus ada kajian Amdal, lalu IMB. Setelah teknis dipenuhi, baru izin peruntukan kawasan pariwisata, mengajukan izin dasar pariwisata," kata dia menjelaskan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam meminta pengelola kawasan terpadu Funtasy Island di Pulau Manis dan enam pulau lainnya diperbarui karena perubahan kepemerintahan.

"Izin Pulau Manis diberikan tahun 1995 oleh Pemerintah Provinsi Riau. Sekarang sudah pemekaran, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri.

Yusfa mengatakan tidak tahu perkembangan investasi di rangkaian pulau di Kecamatan Belakang Padang itu.

Dalam promosinya, kawasan wisata terpadu Funtasy Island berdiri di lahan seluas 810 hektare yang berlokasi sekitar 10 menit perjalanan laut dari wilayah Sekupang Batam atau 20 menit dari terminal feri Harbourfront, Singapura.

Pembangunan dilakukan oleh oleh Funtasy Island Development (FID) yang juga sudah menandatangani kerja sama dengan Jaringan perhotelan Asia Meritus Hotels & Resorts (MHR).(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026