Logo Header Antaranews Kepri

Tim SAR cari nelayan hilang di perairan Bintan

Selasa, 6 Januari 2026 17:48 WIB
Image Print
Kantor SAR Tanjungpinang mengerahkan tim rescue untuk mencari seorang nelayan pria yang dilaporkan hilang di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (6/1/2025). ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang mengerahkan tim rescue atau penyelamat untuk mencari seorang nelayan pria yang dilaporkan hilang di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli mengatakan korban atas nama Top (50), warga Kampung Panglong, diduga terjatuh dari sampannya saat sedang mencari ketam bakau.

"Laporan kehilangan korban diterima petugas siaga SAR dari BPBD Bintan, Selasa, sekitar pukul 11.30 WIB," kata Fazzli di Tanjungpinang, Selasa.

Fazzli menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Senin (5/1), sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban pergi melaut mencari ketam menggunakan sampan dalam kondisi air sedang surut.

Hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah. Warga setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun hanya berhasil menemukan sampan dan alat tangkap milik korban di tepi pantai.

Baca juga: Sekolah Rakyat Natuna mulai menggunakan 'Smart TV'

Setelah menerima laporan kejadian itu, kata Fazzli, SAR Tanjungpinang langsung menurunkan satu tim penyelamat yang berjumlah sembilan orang menuju lokasi kejadian (LKK) menggunakan Rescue Car Type II.

Tim telah diberangkatkan ke LKK sejak pukul 11.50 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan di lapangan guna memulai penyisiran.

"Lokasi pencarian terfokus pada koordinat 0111’57.94 “N 10433′1.23′′E, dengan jarak tempuh sekitar 58 kilometer dari kantor SAR," ungkap Fazzli.

Ia menambahkan sinergi antar unsur operasi SAR hari pertama melibatkan berbagai unsur gabungan guna mempercepat proses penemuan korban, di antaranya Kantor SAR Tanjungpinang, Dit Polair Polres Bintan, Pos AL Bintan, Polsek Berakit, BPBD Bintan, termasuk masyarakat dan nelayan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan koordinasi di lapangan untuk menentukan rencana penyisiran area perairan berdasarkan arah arus dan angin.




Baca juga: SPPG Batam kembali beroperasi pada 8 Januari



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026