Pati (ANTARA) - Warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendukung Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan meminta penegakan hukum dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tanpa tebang pilih.
"Dukungan terhadap KPK diberikan agar kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi dapat benar-benar dipulihkan," kata Ketua Presidium AMPB Suharno di sela-sela aksi damai di depan Pendopo Kabupaten Pati, Selasa.
Menurut dia, OTT yang dilakukan KPK menjadi perhatian serius masyarakat, terlebih terjadi di tengah kondisi masyarakat Pati yang sedang dilanda berbagai bencana.
Ia menyayangkan dugaan praktik korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat pemerintah, mulai dari kepala daerah hingga aparat di tingkat desa dan kecamatan, di saat masyarakat sedang mengalami musibah, sehingga melukai rasa keadilan masyarakat.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Suharno menyatakan AMPB memandang OTT terhadap Bupati Pati Sudewo, serta sejumlah kepala desa dan camat sebagai bagian dari proses panjang pengawalan publik atas dugaan praktik korupsi di Kabupaten Pati.
Sejak awal, AMPB bersama elemen masyarakat sipil secara konsisten menyuarakan, melaporkan, dan mengawal dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi, meskipun diwarnai berbagai tekanan dan dugaan kriminalisasi terhadap warga yang kritis.
AMPB menegaskan bahwa langkah KPK harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan praktik korupsi yang terjadi. Proses hukum, menurut mereka, harus dilakukan secara terbuka dan profesional agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Pati dukung KPK tuntaskan OTT secara transparan dan akuntabel

Komentar