
Pemkab Natuna libatkan desa dalam pembaruan data sosial ekonomi

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melibatkan perangkat desa dan kelurahan dalam pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Natuna Mardi Handika dikonfirmasi dari Natuna, Jumat, mengatakan keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan penting untuk memastikan akurasi serta keterpaduan data sosial ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Natuna
Keterlibatan desa dan kelurahan juga merupakan langkah dinas sosial untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia di organisasi mereka dalam melakukan pembaruan DTSEN secara menyeluruh.
Baca juga: Polres Karimun hidupkan budaya bersih ikuti arahan Presiden
"Dalam pembaruan DTSEN kami melibatkan desa dan kelurahan," ucap dia.
DTSEN merupakan basis data terpadu yang memuat informasi individu maupun keluarga, meliputi kondisi sosial, ekonomi, demografi, serta tingkat kesejahteraan masyarakat dalam bentuk desil.
Melalui sistem ini, pemerintah mengelompokkan kesejahteraan penduduk dari peringkat satu hingga sepuluh. Peringkat satu menggambarkan masyarakat miskin ekstrem, sedangkan peringkat 10 menunjukkan kelompok masyarakat yang sangat mampu.
Mardi menjelaskan DTSEN Kabupaten Natuna saat ini telah menyesuaikan jumlah penduduk berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat. Namun, masih terdapat sebagian warga yang belum masuk dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Baca juga: Pemprov Kepri sebut ada 83 dapur SPPG telah miliki sertifikasi higienis
Meskipun demikian, pihaknya terus berupaya melakukan pembaruan dan pemutakhiran data secara berkala agar seluruh masyarakat dapat terdata secara adil, akurat, dan dapat menjadi dasar penyaluran program bantuan sosial yang tepat sasaran ke depan berkelanjutan.
"DTSEN telah memuat seluruh masyarakat yang ada di Natuna dan telah sesuai dengan data kependudukan dari Disdukcapil. Namun, dalam proses pengintegrasian data, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum terperingkatkan dalam DTSEN. Meskipun demikian, kami terus berupaya melakukan pembaruan dan pemutakhiran data," kata dia.
Baca juga:
Kemenag: 16 ribu siswa madrasah di Batam terima MBG
SPPG Polda Kepri tunggu arahan BGN terkait aktivitas selama Ramadhan
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
