
RRI Batam Gelar Teater Bangsawan

Batam (Antara Kepri) - Radio Republik Indonesia (RRI) Batam berencana mementaskan teater bangsawan dalam gelar budaya di gedung Lembaga Adat Melayu, Minggu (16/6) sebagai puncak kegiatan Pekan Kreatif 2013.
Tema pertunjukan teater bangsawan adalah "Merajut Kebersamaan Melestarikan Budaya Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia", dan dirangkai dengan pementasan seni budaya Melayu, Jawa, Batak dan Minang, kata Kepala RRI Batam Samirwan di kantornya, Kamis.
Gelar budaya itu merupakan puncak acara Pekan Kreatif RRI Batam yang sejak 9 Juni diisi dengan lomba cipta lagu, cerita anak, teknologi terapan, dan kerajinan tangan.
Para juara pertama putra dan putri masing-masing kelompok akan disertakan ke "grand final" Pekan Kreatif RRI 2013 tingkat Nasional di Makassar, 23-24 November 2013.
Khusus untuk lomba cerita anak, kata Samirwan, panitia masih membuka pendaftaran peserta hingga 15 Juni, sedangkan penilaian terhadap peserta tiga kategori lomba lain sudah dilaksanakan dan tinggal diumumkan para pemenangnya pada acara gelar budaya.
Pada Sabtu 15 Juni, di gedung LAM Batam, RRI menyelenggarakan lomba melukis dan mewarnai untuk taman kanak-kanak lomba berbalas pantun, dan lomba menyanyi lagu Melayu, kata Samirwan.
Hari itu, katanya, di gedunG LAM Batam diselenggarakan lomba menyanyi lagu Melayu untuk memilih peserta terbaik ke tingkat nasional di Palembang pada Oktober 2013.
"Pendaftaran gratis karena tujuannya memberikan wadah bagi pecinta seni dan budaya untuk tampil di hadapan publik. Pemenang lomba akan mendapatkan piagam, trofi dan uang pembinaan," kata dia.
Gelar budaya tersebut, kata dia, juga menjadi satu tugas RRI sebagai lembaga penyiaran publik dalam menggali serta melestarikan budaya dan seni nusantara di berbagai daerah.
Selain itu, kata dia, RRI juga bertugas Untuk memberikan pencerahan, penghargaan dan memotivasi generasi muda, agar mencintai seni dan ikut serta melestarikan budaya.
"Dalam program siaran, RRI Batam mengalokasikan sekitar 20 persen waktu siar melalui Pro 1 (pusat pemberdayaan masyarakat) untuk budaya masyarakat lokal dan daerah lain secara bergantian," kata Samirwan.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
