Logo Header Antaranews Kepri

Warga Meral Nyaris Bentrok Dengan Pekerja Menara

Senin, 24 Juni 2013 12:40 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Puluhan warga Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Minggu nyaris bentrok dengan sejumlah pekerja menara telekomunikasi.

Insiden tersebut berawal ketika beberapa orang Kampung Padi, Kelurahan Meral, meminta agar pekerja menghentikan pembangunan menara sesuai dengan kesepakatan di Kantor Camat Meral beberapa waktu lalu.

Pekerja yang saat itu sedang mengeringkan lubang pondasi tidak menghiraukan permintaan warga. Mereka tetap bekerja dengan alasan pembangunan "tower" (menara) sudah mengantongi izin.

"Pembangunan 'tower' itu harus dihentikan sampai ada pertemuan susulan. Tapi, kenapa mereka masih mengerjakannya," kata seorang warga yang kesal dengan jawaban pekerja proyek yang mengatakan menara tersebut telah memiliki izin.

Kedua belah pihak terlibat cekcok mulut dan nyaris baku hantam. Tak lama berselang, puluhan warga dari Kampung Padi dan Kampung Bukit ramai-ramai datang ke lokasi itu.

Suasana sempat memanas, namun bentrok bisa dihindari setelah sejumlah polisi dipimpin langsung oleh Kapolsek Meral AKP Bangun Tua Nasution tiba di lokasi dan menenangkan massa.

Camat Meral Dwi Yandri yang ikut hadir meminta massa tidak berbuat anarkis yang bisa mengakibatkan suasana menjadi tidak kondusif.

"Memang sudah ada kesepakatan bahwa pembangunan 'tower' itu dihentikan dulu. Dan, kesepakatan ini sudah saya beritahu ke Lurah Meral Kota untuk diteruskan kepada 'vendor tower,'" kata Dwi Yandri.

Ia juga menyatakan sudah menyampaikan kepada Lurah Meral Kota untuk diinstruksikan kepada "vendor".

"Kalau terjadi insiden kecil dtengah masyarakat, mungkin saja 'vendor'-nya tidak memahami perjanjian yang telah disepakati di kantor camat dulu," kata Yandri.

Camat mengatakan, warga Kampung Padi dan Kampung Bukit keberatan dengan pembangunan menara telekomunikasi tersebut karena berada di tengah pemukiman penduduk.

"Warga menolak karena khawatir keberadaan 'tower' membahayakan keselamatan mereka karena dinilai dibangun di tengah pemukiman," ujarnya.

Dia juga mengatakan akan segera menggelar pertemuan pada Senin (24/6) untuk menuntaskan masalah tersebut.

"Kami akan undang warga masyarakat dan pekerja 'tower' untuk membicarakan masalah ini. Kami juga mengimbau agar warga tidak berbuat anarkis sehingga situasi menjadi tidak kondusif," tambahnya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026