Logo Header Antaranews Kepri

China kecam Amerika sita kapal kargo Iran

Selasa, 21 April 2026 12:01 WIB
Image Print
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/4). /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) menyita kapal kargo Iran di dekat Selat Hormuz yang berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut di Timur Tengah.

"Situasi di Selat Hormuz saat ini sangat rapuh dan kompleks. Kami prihatin atas tindakan penyergapan paksa yang dilakukan AS terhadap kapal tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/4).

Presiden Trump, Minggu (19/4) mengatakan Iran telah menyita paksa satu kapal kargo Touska berbendera Iran di Teluk Oman yang mencoba menghindari blokade Angkatan Laut AS, melumpuhkan sistem navigasinya, dan menaiki kapal tersebut dengan pasukan komando bersenjata.

"Kami berharap pihak-pihak terkait dapat menghormati kesepakatan gencatan senjata secara bertanggung jawab, menghindari tindakan yang memperburuk sengketa dan meningkatkan ketegangan, serta menciptakan kondisi yang diperlukan demi pemulihan kelancaran lalu lintas pelayaran melalui Selat tersebut," tambah Guo Jiakun.

Menjamin kelancaran lalu lintas pelayaran tanpa hambatan melalui Selat Hormuz, kata Guo Jiakun, merupakan kepentingan bersama bagi negara-negara di kawasan maupun komunitas internasional.

"Situasi regional saat ini berada pada tahap kritis, yakni penentuan apakah konflik yang terjadi dapat diakhiri atau tidak. Setelah jendela peluang menuju perdamaian terbuka, situasi kondusif perlu diciptakan guna mengakhiri konflik tersebut sesegera mungkin," ungkap Guo Jiakun.

China, menurut Guo Jiakun, mendukung pihak-pihak terkait untuk menjaga momentum gencatan senjata dan negosiasi, bertindak sesuai dengan semangat empat poin usulan Presiden Xi Jinping, terus mendorong deeskalasi, serta memainkan peran konstruktif demi mewujudkan perdamaian dan stabilitas yang tahan lama di kawasan Timur Tengah.

"Kami berharap agar semua pihak dapat bekerja sama mencegah situasi ini agar tidak semakin memburuk. Kami juga siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk terus memberikan kontribusi yang semestinya demi tercapainya deeskalasi," tambah Guo Jiakun.

Konflik Iran-Amerika Serikat dan Israel hingga saat ini juga belum mereda dengan Presiden AS Donald Trump mengancam akan meledakkan “banyak bom” jika gencatan senjata dengan Iran berakhir.

"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump kepada PBS News, Senin (20/4), ketika ditanya tentang kemungkinan tersebut.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China kecam tindakan AS menyita kapal kargo Iran



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026