
Masih ada 152.000 Pemilih Batam Tanpa NIK

Batam (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam menyatakan masih ada sekitar 152.000 penduduk yang masuk daftar pemilih tetap namun tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK).
"Awalnya kami menemukan ada sekitar 160 ribu, setelah diverifikasi lagi tinggal 152 ribu penduduk yang masuk DPT yang tidak memiliki NIK," kata Komisioner KPU Batam, Ahmad Yani Lumintang di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, DPT tanpa NIK tersebar di 12 kecamatan yang ada di Batam, jumlah terbesar berada di Batam Kota dengan sekitar 36 ribu pemilih.
Selanjutnya Batuaji 12 ribu orang, Sagulung 21 ribu orang, Sei Beduk 16 ribu orang, Sekupang 11 ribu orang, Batuampar 6 ribu orang, sementara untuk Belakangpadang, Bulang dan Galang dibawah seribu orang tidak memiliki NIK.
"Kecamatan Batam Kota memang salah satu kecamatan yang memiliki penduduk terbanyak dan daftar pemilih yang tidak memiliki NIK juga terbanyak," kata Yani.
Yani mengatakan, hingga saat ini panitia pemungutan suwara masih terus melakukan supervisi ke lapangan untuk memastikan pemilih tetap yang terdaftar memiliki NIK.
"Kami memberikan waktu hingga Sabtu (16/11) untuk petugas melaporkan perkembangan terbaru. Saat ini mereka masih melakukan supervisi berdasarkan wilayah," kata dia.
Ia mengatakan, berdasarkan Undang-Undang KPU nomor.08/2012 salah satu variabel masyarakat bisa memilih dalam Pemilihan Umum ialah memiliki NIK.
"Kami berharap dari penyisiran yang tengah dilakukan akan menurunkan angka DPT tanpa NIK secara signifikan, sehingga tidak ada kendala lagi dalam pemilihan umum nanti," kata Yani.
Yani mengatakan, jika setelah penyisiran masih ada DPT yang diketahui tidak memiliki NIK maka akan disandingkan dengan data Kemendagri (DP4) yang semua memiliki NIK.
Sebelumnya, KPU Pusat sempat menunda penetapan DPT karena terdapat lebih dari 10 juta yang diketahui bermasalah. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
