
TNI AU Sisir Selat Malaka Cari MAS

Batam (Antara Kepri) - Pesawat Boeing Angkut Intai A-7303 Patroli Maritim (Patmar) milik TNI Angkatan Udara menyisir Selat Malaka untuk mencari pesawat milik pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200 MH370 yang hilang.
"Penyisiran dilakukan dengan bolak-balik dari titik A ke titik B," kata Komandan Lanud Ranai Letkol Pnb. Andri Gandhy yang bertindak selaku Komando Pengendali (Kodal) saat dihubungi dari Batam, Selasa.
Penyisiran sudah dilakukan sejak Senin (10/3) dan hingga kini belum ditemukan data-data yang signifikan mengenai keberadaan pesawat Malaysia yang diantaranya membawa sebanyak tujuh orang WNI itu.
Pemerintah Malaysia membagi wilayah pencarian udara menjadi dua, timur dan barat. Timur yaitu di sekitar Laut China Selatan dan Barat di sekitar Selat Malaka. Dan pesawat TNI AU bertugas menyisir bagian barat.
"Kami menyisir mulai dari atas Aceh sampai Selat Malaka. Dari utara sampai selatan," kata dia.
Dalam pencarian TNI AU menggunakan dua metode pemantauan, yaitu melalui pemantauan elektronik menggunakan radar dan dengan optik foto dan video kamera.
Penyisiran dilakukan dengan radius sekitar 100 sampai 200 mil laut dengan jarak tempuh dua sampai tiga jam setiap pelaksanaan pencarian.
Patroli dilakukan dalam ketinggian 1.000 hingga 15.000 ribu kaki di atas permukaan laut.
Selain TNI AU, TNI AL juga membantu pencarian pesawat Malaysia dengan menempatkan lima KRI bersama kapal milik Malaysia dan Thailand.
Basarnas Tanjungpinang juga menyiapkan satu kapal SAR untuk membantu pencarian dan pengevakuasian korban pesawat itu.
Pesawat Malaysia Airlines, MH370 lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing pada pukul 00.41 waktu setempat Sabtu (8/7), membawa total 239 penumpang termasuk dua balita dan 12 awak pesawat.
Para pemakai jasa penerbangan MH370 itu terdiri 152 warga China, 38 warga Malaysia, tujuh warga Indonesia, lima warga India, tujuh warga Australia, tiga warga Prancis, tiga warga Amerika Serikat, dua warga New Zealand, dua warga Ukraina, dua warga Kanada, satu warga Rusia, satu warga Italia, satu warga Taiwan, satu warga Belanda dan satu Austria.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
