Logo Header Antaranews Kepri

800 Ribu Surat Suara Tiba di Batam

Senin, 17 Maret 2014 23:22 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Sekitar 800.000 lembar kertas surat suara Pemilihan Umum Legislatif 2014 untuk Kota Batam tiba di Komisi Pemilihan Umum setempat, Senin sore, setelah mengalami keterlambatan sekitar satu bulan.

"Sore tadi yang satu kontainer terakhir tiba di KPU Batam. Semua sudah lengkap dan tinggal pelipatan untuk yang satu peti kemas terakhir," kata Komisioner KPU Batam Mulkan.

Ia mengatakan, setibanya di KPU Batam surat suara terus dibongkar dengan disaksikan sejumlah pihak termasuk Panwaslu Kota Batam.

"Karena sudah sangat mepet, malam ini juga dilakukan pelipatan setelah tiga kontainer yang sudah sampai duluan sudah selesai dilipat," kata dia.

Jika berdasarkan jadwal, sebenarnya seluruh surat suara untuk kota/kabupaten untuk Provinsi Kepri tiba pertengahan Februari. Namun khusus untuk Batam telat dan baru tiba pada 10 Maret sebanyak tiga kontainer dan hari ini satu kontainer.

"Semua sudah lengkap dengan total sekitar 2,9 juta surat suara. Mudah-mudahan dalam dua hari selesai tahapan pelipatan sehingga tidak menghambat tahapan lain," kata Mulkan.

Mulkan mengatakan, dalam pelipatan kertas suara yang tiba lebih dulu terdapat ribuan lembar yang rusak namun belum semuanya direkap.

"Kami masih meneliti satu persatu yang dinyatakan rusak. Kalau masih bisa dipakai tentu akan dipakai. Kalau benar-benar rusak akan dibuat berita acara dan dikembalikan ke KPU pusat," kata dia.

Senin pagi, kata Mulkan, pegawai KPU Batam itemukan tiga lembar kertas surat suara rusak di tempat sampah kawasan pelipatan.

"Kami belum tahu apakah kertas suara tersebut sengaja dibuang atau terbuang. Namun setelah diteliti ternyata rusak," kata Mulkan.

Ia mengatakan, memperketat pengamanan di KPU Batam agar kasus ditemukannya kertas suara yang merupakan dokumen negara tersebut tidak terulang lagi.

"Kami sudah rapat dan berkoordinasi untuk peningkatan pengamanan. Kami tidak ingin kertas suara tersebut ada yang hilang," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026