Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Karimun Pantau Premium Jelang Ramadhan

Sabtu, 21 Juni 2014 22:00 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, memantau ketersediaan premium agar pendistribusian bahan bakar minyak itu tetap lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1435 Hijriah.

"Tim monitoring sudah saya instruksikan agar memastikan pasokan premium tetap lancar, dan tidak mengakibatkan kelangkaan. Kalau ada permasalahan di lapangan segera lapor untuk dicarikan solusinya," kata Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Ia menambahkan sudah memeriksa persediaan BBM jenis premium di SPBU maupun agen, dan mendapati bahwa persediaannya cukup menjelang bulan Puasa dan Lebaran
Mengenai antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, satu-satunya di Pulau Karimun sejak pekan lalu, Aunur Rafiq mengatakan penyebabnya keterlambatan pasokan premium dari depo Pertamina di Tanjunguban, Pulau Bintan.

"Bukan karena langka atau stok tidak cukup, tapi kapal yang memasok premium terlambat datang," katanya.

Ia menjelaskan, pendistribusian BBM dari depo Pertamina untuk SPBU selama ini menggunakan dua kapal, namun karena satu kapal mengalami kerusakan, maka pasokan BBM hanya menggunakan satu kapal sehingga mengakibatkan persediaan premium di SPBU cepat habis.

"Karena hanya menggunakan satu kapal, maka persediaan BBM hanya mampu untuk kebutuhan tiga hari. Karena itu, kami harapkan kapal yang rusak itu sudah beroperasi kembali sebelum memasuki bulan Puasa," kata dia.

Ketersedaian BBM di SPBU, agen dan pangkalan, menurut dia menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat.

"Pemerintah daerah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan premium. BBM adalah kebutuhan wajib agar perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan lancar, apalagi kebutuhan selama bulan Puasa dan Lebaran akan meningkat," tuturnya.

Menyinggung dugaan maraknya pelangsir premium di SPBU, ia mengatakan telah menginstruksikan PT Ology Karimun Bumi Sukses, anak perusahaan daerah Perusda untuk mengawasi kendaraan yang mengisi premium berulang-ulang.

"Kalau ada pembeli premimum berulang-ulang, saya instruksikan agar diawasi dan jangan dibiarkan," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan telah menginstruksikan Perusda untuk mengawasi pegawainya agar tidak menyelewengkan BBM, apalagi dengan membiarkan pelangsir.

"Kalau ketahuan ada yang bermain, saya minta diberikan sanksi, termasuk pemecatan," katanya.

Menurut dia, ulah pelangsir memang sulit dicegah karena sering "kucing-kucingan" dengan petugas. Karena itu, ia berharap peran aktif semua pihak, termasuk masyarakat untuk sama-sama mengawasi para pelangsir yang ditengarai setiap hari mendominasi antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU.

"Ketersediaan BBM di agen dan pangkalan juga menjadi prioritas karena menjadi penopang agar pengendara tidak sepenuhnya bergantung pada SPBU," tambahnya. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026