
BPOM Kepri Perketat Pengawasan Obat dan Makanan

Batam (Antara Kepri) - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri meningkatkan pengawasan peredaran obat dan makanan ilegal khususnya di Batam yang disinyalir marak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah.
"Kami terus melakukan pemeriksaan terhadap obat dan makanan di pusat-pusat perbelanjaan. Sejumlah obat-obatan berbagaya sudah kami amankan," kata Kepala BPOM Kepri I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, obat ilegal tanpa izin edar dan tidak belabel BPOM yang diamankan dari sebuah pusat perbelanjaan di Penuin Batam nilainya sekitar Rp200 juta.
"Ada sekitar 2.040 kemasan yang kami amanakan dari razia ini. Kosmetik tersebur rata-rata produk impor, sebagian lainnya produk tradisional dalam negeri," kata dia.
Ary mengatakan, rata-rata produk tersebut menggunakan bahan berbahaya bila digunakan dalam jangka waktu tertentu. Semua juga tidak memiliki izin edar dari BPOM," kata dia.
"Peredaran kosmetik ilegal di Kota Batam karena memiliki peraira sangat terbuka dan berbatasan dengan sejumlah negara tetangga Malaysia dan Singapura. Jalur laut menjadi pilihan utama memasukan barang ilegal ke Batam. Namun sebagian barang tersebut juga masuk melalui pelabuhan resmi yang lolos pengawasan petugas di pelabuhan," kata Ary.
Ia mengimbau masyarakat memperhatikan betul produk-produk yang hendak dibeli agar tidak tertipu dengan banyaknya produk ilegal dan berbagaya yang beredar di Batam.
"Masyarakat harus jeli. Kami juga akan selalu mensosilasisasikan bahayanya barang ilegal tanpa izin BPOM, karena masyarakatlah yang akan dirugikan," kata dia.
Namun, kata dia, segencar apapun sosialisasi kalau masyarakat masih suka menggunakan produk-produk ilegal tersebut tentu peredarannya sulit diberantas.
Sebelumnya, BPOM juga melakukan razia terhadap sejumlah minuman impor tanpa izin edar yang diduga akan diedarkan menjelang lebaran.
"Kami akan terus melakukan razia karena tidak menutup kemungkinan kosmetik atau produk makanan impor tanpa izin edar juga dimasukkan dalam paket lebaran. Kami tidak ingin itu terjadi," kata Ary. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
