Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri Batasi Penggunaan Genset

Rabu, 18 Maret 2015 21:22 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membatasi penggunaan genset, kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri Raja Heri Mukhrizal.

"Genset dioperasikan hanya mulai pagi hingga pukul 16.00 WIB. Biasanya genset dihidupkan sampai malam hari," ujarnya di Tanjungpinang, Rabu.

Menurut dia, penggunaan genset akan dihentikan pada 6 April 2015 setelah PLN mampu memasok kebutuhan listriknya.

Dia mengemukakan energi listrik di Kantor Pemprov Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang bersumber dari PT PLN (Persero) dan genset.

Beban puncak listrik di kantor pemerintahan lebih dari 4,5 megawatt.

Sejak pusat pemerintahan pindah ke Pulau Dompak, PLN belum mampu memenuhi kebutuhan listrik di perkantoran tersebut.

Karena itu, sebagian energi listrik bersumber dari genset.

Pegawai kantor diharapkan mampu menyesuaikan diri. Pekerjaan-pekerjaan yang penting sebaiknya diprioritaskan dikerjakan pada saat listrik hidup.

"Harus bisa menyesuaikan diri sampai PLN mampu memenuhi kebutuhan listrik di Dompak," katanya.

Kebijakan pemerintah itu dilakukan setelah Gubernur Kepri HM Sani membahas permasalahan listrik di Tanjungpinang dengan pihak PLN.

Dalam rapat itu, PLN Riau dan Kepri kecuali Batam berjanji mulai 6 April 2015 tidak ada pemadaman listrik lagi setelah dilakukan langkah-langkah dalam mengatasi permasalahan listrik di Tanjungpinang.

Manajer Teknik PLN Riau dan Kepulauan Riau Pintor Rumapea saat rapat dengan Gubernur Kepri HM Sani di Gedung Daerah Tanjungpinang menjelaskan PLN menambah pembangkit listrik sebesar 3 MW.

"Dengan penambahan kapasitas listrik itu, pemadaman bergilir bisa diminimalisasi hanyak maksimal 3 jam setiap hari," katanya.

Menurut dia, PLN juga akan menambah pembangkit secara bertahap. Setelah menambah mesin pembangkit listrik 3 MW, PLN juga akan kembali menambah pembangkit 1 MW pada 21 Maret 2015.

"Tidak hanya itu, PLN juga akan menambah pembangkit 1,6 MW pada 3 April," ucapnya.

Selanjutnya, PLN akan menyewa baru pembangkit 6 MW pada 6 April. Dengan adanya penambahan pembangkit tersebut, PLN menjanjikan tidak akan ada pemadaman bergilir lagi untuk perumahan masyarakat.

"Dalam kesepakatan ini PLN sudah sepakat untuk tidak melayani penambahan daya dan pemasangan baru. Dan intinya kita mau masalah listrik ini bisa selesailah," kata Gubernur Kepri Muhammad Sani kepada wartawan usai pertemuan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026