
Ibu Rumah Tangga di Anambas Terbanyak Idap HIV
Senin, 11 Mei 2015 21:05 WIB

"Mereka yang terinveksi ini telah memeriksakan diri ke Clinik Vicity dengan didampingi konselor dari Anambas," kata Sri di Tarempa, Senin.
Anambas (Antara Kepri) - Sebanyak 23 orang terjangkit HIV di kabupaten Kepulauan Anambas, sebagian besar adalah ibu rumah tangga, kata Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Anambas Sri Wahyuni.
Ia mengatakan, data tersebut diperoleh dari tahun 2012 sampai dengan 2015. Jumlah tersebut dapat bertambah mengingat masih ada 4 orang lainnya yang masih dalam masa window priode, bahkan dari 23 orang tersebut terdapat ibu hamil.
"Mereka yang terinveksi ini telah memeriksakan diri ke Clinik Vicity dengan didampingi konselor dari Anambas," kata Sri di Tarempa, Senin.
Dibeberkan dia, angka ini bisa saja dapat bertambah karena yang terinveksi adalah ibu rumah tangga dan laki-laki beresiko tinggi, namun untuk remaja dan pelajar tingkat SMU sederajat sampai saat ini masih belum ditemui.
Ia mengatakan, jika warga terbuka dan mau memeriksakan diri angka yang ada bisa saja bertambah, karena penyakit mematikan ini ibarat fenomena gunung es yang tak dapat dipangkas sampai akar-akar saja.
"KPA berupaya untuk terus membantu yang terjangkit ini serta memberikan pemahaman agar jangan sampai menularkan ke yang lain," terang dia.
Dijelaskan Sri, 23 orang ini berasal dari Anambas (penduduk lokal) untuk yang dari luar daerah telah dipulangkan. Dengan jumlah penduduk sekitar 42 ribu lebih jumlah ini cukup tinggi, tentunya harus segera ditanggulangi agar jangan sampai bertambah.
Maraknya prostitusi terselubung yang ada di Kepulauan Anambas menjadi faktor yang amat bersar makin banyaknya pengindap penyakit yang saat ini masih belum ada obatnya tersebut. Tentu hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah agar prostitusi terselubung di Anambas dapat dimusnahkan.
"Mulai maraknya prostitusi terselubung di Anambas menjadi faktor makin banyaknya penderita HIV di Anambas," katanya sedih.
Pihaknya menghimbau kepada yang penderita jangan malu untuk mengungkapkannya, karena KPA siap membantu dengan memberikan bimbingan konselor. Pada kesempatan itu juga Sri mengajak masyarakat untuk bersama memantau hal ini jangan sampai makin banyak warga yang terjangkiti.
"Kita siap mendampingi dan merahasiakan data diri penderita, jangan malu ini untuk kebaikan bersama," tutupnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Radja
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
