Logo Header Antaranews Kepri

Calon Pengantin Dapat Bimbingan Sebelum Menikah

Rabu, 20 Mei 2015 00:34 WIB
Image Print
Sehingga catin yang diberi pemahaman tentang adukasi tersebut memiliki kesiapan mental atau psikis terkait UU perlindungan anak serta pengasuhan anak. Karena, pangkal tolak permsalahan anak berasal dari keluarga

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri memberikan bimbingan dan pendidikan pranikah berbasis perlindungan anak kepada seluruh calon pengantin di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

"Program ini untuk mencegah munculnya kasus dan permasalahan anak yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat . Ini implementasi dari MoU dengan Kanwil Kemenag Kepri yang sudah dimulai dari April sampai Juli 2015," kata Sekretaris KPPAD Kepri, Andi Amri, Senin.

Sampai saat ini, calon pengantin (catin) yang sudah memperoleh bimbingan sehari tersebut sekitar 70 pasang yang direkomendasi akan menikah dari KUA Tanjungpinang dan Bintan.

Dengan harapan kedepan, program pendidikan tersebut bisa diimplementasikan di kabupaten kota lainnya di Kepri.

Andi mengatakan, untuk materi kegiatan tersebut antara lain tentang hak anak serta peran orangtua dalam perlindungan anak, penanganan kasus anak KDRT, kesehatan reproduksi, pola asuh, manajemen keuangan dan konflik dalam keluarga.

"Sehingga catin yang diberi pemahaman tentang adukasi tersebut memiliki kesiapan mental atau psikis terkait UU perlindungan anak serta pengasuhan anak. Karena, pangkal tolak permsalahan anak berasal dari keluarga," papar Andi.

Semoga kegiatan ini sambungnya bisa menekan angka perceraian serta angka penelantaran anak dan pengabaian hak anak serta terwujud keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah.

Sementara itu, menurut Komisioner KPPAD Kepri, Rosnawati kegiatan yang dilaksanakan di Kantor KPPAD Kepri jalan Basuki Rahmat dibuka pada Senin, sedangkan Kabupaten Bintan dilakukan di KUA Bintan Utara dan Bintan Timur.

"Kami harapkan, materi yang diberikan bisa menambah dasar perspektif perlindungan anak, karena 90 persen permasalahan anak berasal dari persoalan kelurga, seperti masalah ekonomi keluarga dan disharmoni," ujar Rosnawati.

Sementara dari sudut pandang Islam, dibimbing oleh Kemenag Kepri. Karena sambungnya program tersebut masih dikhususkan kepada catin muslim. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026