Logo Header Antaranews Kepri

Bawaslu Kepri Imbau Masyarakat Tetap Rukun

Sabtu, 4 Juli 2015 19:24 WIB
Image Print
Kerukunan di dalam keluarga, tetangga dan masyarakat itu di atas segala-galanya dalam proses demokrasi. Tidak boleh ada perpecahan agar pilkada dapat berjalan dengan baik dan kondusif

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat tetap hidup rukun meski tidak seirama dalam menentukan pilihan terhadap calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

"Perbedaan pemikiran dan sikap dalam menentukan pilihan saat pilkada itu suatu anugerah, bukan bencana. Tetapi perbedaan itu tetap menjunjung nilai-nilai persaudaraan, kita harus tetap hidup rukun," ucap Komisioner Bawaslu Kepulauan Riau (Kepri), Indrawan di Tanjungpinang, Jumat.

Dia menjelaskan, dalam satu keluarga terkadang terjadi perbedaan pandangan terhadap calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bertarung pada pilkada. Namun perbedaan pilihan itu tidak membuat keluarga tersebut retak, melainkan harus saling menghargai.

"Kerukunan di dalam keluarga, tetangga dan masyarakat itu di atas segala-galanya dalam proses demokrasi. Tidak boleh ada perpecahan agar pilkada dapat berjalan dengan baik dan kondusif," katanya.

Indrawan menjelaskan, pilkada merupakan pesta demokrasi lima tahunan untuk memiliki calon kepala kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Pilkada serentak 9 Desember 2015 di Kepri akan dilaksanakan di Kabupaten Bintan, Lingga, Batam, Karimun, Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna, selain di Kepri juga diselenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Tujuan dari pesta demokrasi ini melahirkan pemimpin yang berkualitas, memiliki integritas, bermoral dan berpihak kepala masyarakat. Untuk mendapatkan pilkada dengan hasil yang berkualitas, maka penyelenggara pemilu, peserta pilkada, pemilih dan pemerintah harus bersinergi.

Pilkada tidak mungkin berjalan dengan baik jika ada pihak-pihak yang berupaya mengganggunya dengan berbagai cara yang dapat berdampak pada perpecahan.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pilkada harus melaksanakan pesta demokrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Memahami dan melaksanakan ketentuan pilkada sehingga tidak menimbulkan permasalahan," katanya.

Menurut dia, seluruh elemen masyarakat, terutama yang terlibat sebagai tim sukses dan peserta pemilu harus mengedepankan nilai-nilai kejujuran, tidak menebar fitnah dan menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.

Nilai-nilai yang terkandung dalam bulan suci Ramadan ini sebaiknya tetap dipertahankan dan dilaksanakan selama berlangsungnya tahapan pilkada.

"Damai, santun dan tertib. Kami berharap pilkada mengedepankan itu sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026